Selasa, Oktober 27, 2020
More
    Beranda MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya) Praktik Auditing Audit Properti, Pabrik, dan Peralatan

    Audit Properti, Pabrik, dan Peralatan

    Overview Audit Properti, Pabrik, dan Peralatan

    Properti, Pabrik dan Peralatan adalah aset yang memiliki umur yang diharapkan lebih dari satu tahun, digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan dan tidak diperoleh untuk dijual kembali. Tujuan penggunaan aset ini sebagai bagian dari operasi bisnis klien dan umur diharapkannya yang lebihb dari satu tahun merupakan karakteristik yang signifikan yang membedakannya dengan persediaan, beban dibayar dimuka dan investasi. Dan di bab ini sebagai ilustrasi akan dibahas mengenai audit tentang peralatan.

    berikut merupakan contoh dari beberapa klasifikasi tipe akun PPE. Perolehan PPE terjadi melalui siklus akuisisi dan pembayaran. Untuk memudahkan penjelasan, dalam pembahasan kali ini, akun PPE yang digunakan adalah peralatan.

    Classifications of Property, Plant, and Eguipment Accounts

    • Land and land improvements
    • Buildings and building improvements
    • Equipment
    • Furniture, computers, and fixtures
    • Autos and trucks
    • Leasehold improvements
    • Construction-in-process for property, plant, and eguipment

    Overview of Equipment-Related Accounts

    Akun yang berkaitan dengan peralatan diilustrasikan pada Gambar 19-1. Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa saldo debet akun peralatan timbul dari siklus perolehan dan pembayaran.

    Catatan akuntansi utama untuk akun peralatan dan PPE lainnya pada umumnya adalah file induk aset tetap atau fixed asset master file. File master ini mencakup catatan terperinci untuk setiap peralatan dan jenis properti yang dimiliki. Di dalamnya dijelaskan deskripsi aset, tanggal akuisisi, original cost, penyusutan tahun berjalan, dan akumulasi penyusutan. File master juga berisi informasi tentang properti yang diperoleh dan disposed (dilepas) sepanjang tahun.

    Auditor dalam memverifikasi peralatan berbeda dengan akun aset lancar, hal ini dikarenakan oleh:

    1. Biasanya perolehan peralatan lebih sedikit, terutama peralatan besar yang digunakan dalam proses manufaktur.
    2. Setiap perolehan peralatan nilainya seringkali material/besar.
    3. Peralatan kemungkinan disimpan dalam catatan akuntansi selama beberapa tahun.

    Tinjauan atas akun yang berkaitan dengan peralatan

    Peralatan dan Akun terkait
    Peralatan dan Akun terkait

    Karena perbedaan-perbedaan ini, audit peralatan menekankan verifikasi perolehan pada periode saat ini daripada saldo dalam akun yang dilakukan dari tahun sebelumnya. Selain itu, umur aset yang diperkirakan selama satu tahun memerlukan biaya penyusutan dan akumulasi akun penyusutan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 19-1, yang diverifikasi sebagai bagian dari audit aset. Terakhir, peralatan dapat dijual atau dibuang yang kemudian menimbulkan adanya untung atau rugi yang mungkin perlu diverifikasi oleh auditor.

    Meskipun pendekatan untuk memverifikasi peralatan berbeda dari yang digunakan untuk aset lancar, beberapa akun aset lainnya diverifikasi dengan cara yang sama. Termasuk paten, hak cipta, biaya katalog, dan semua akun PPE.

    Catatan akuntansi yang utama untuk peralatan serta akun property, pabrik dan peralatan lain umumnya berupa file induk aset tetap (fixed asset master file). Dalam audit atas peralatan dan akun- akun terkait, auditor harus memisahkan pengujian ke dalam kategori berikut:

    • Melaksanakan prosedur analitis
    • Memverifikasi akuisisi tahun berjalan
    • Memverifikasi pelepasan atau pembuangan tahun berjalan
    • Memverifikasi saldo akhir akun aset
    • Memverifikasi beban penyusutan
    • Memverifikasi saldo akhir akumulasi penyusutan

    Melaksanakan prosedur analitis

    Prosedur Analitis untuk peralatan
    Prosedur Analitis untuk peralatan

    Prosedur audit bergantung pada sifat bisnis operasi klien. Tabel diatas mengilustrasikan prosedur analitis yang sering dilakukan untuk peralatan.

    Memverifikasi akuisisi tahun berjalan

    Perusahaan harus mencatat penambahan aset pada tahun berjalan dengan benar karena aset mempunyai efek jangka panjang pada laporan keuangan perusahaan. Kegagalan untuk mengkapitalisasi aset tetap, atau pencatatan perolehan dengan jumlah yang tidak benar akan mempengaruhi neraca sampai perusahaan melepas/menghapus aset tersebut. Laporan Laba Rugi juga akan terdampak sampai seluruh aset di depresiasi.

    Karena pentingnya akuisisi tahun berjalan dalam audit peralatan, auditor menggunakan tujuh dari delapan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo sebagai kerangka untuk TDB, antara lain: eksistensi, kelengkapan, keakuratan, klasifikasi, pisah batas, detail tie-in, serta hak dan kewajiban. Biasanya eksistensi, kelengkapan, keakuratan, klasifikasi dan hak dan kewajiban merupak tujuan utama untuk bagian audit ini. Titik awal untuk memverifikasi akuisisi tahun berjalan umumnya skedul yang diperoleh dari klien menyangkut semua akuisisi yang dicatat pada akun properti, pabrik dan peralatan di buku besar umum selama tahun tersebut. Biasanya informasi ini diperoleh dari file induk properti.

    Pengujian audit yang paling umum untuk memverifikasi penambahan adalah memeriksa faktur vendor. Pengujian tambahan yang diluar TOC dan STOT seringkali juga dilakukan karena kompleksitas dari banyak transaksi peralatan dan materialitas jumlahnya. Dan luas pengujiannya tergantung pada risiko pengendalian atas akuisisi dan materialitas penambahan tersebut. Dalam menguji akuisisi auditor harus memahami standar akuntansi untuk memastikan bahwa klien mengikuti persyaratan terkait. Auditor juga harus mengetahu kebijakan kapitalisasi klien untuk menentukan apakah akuisisi telah dilakukan secara konsisten dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, auditor harus memverifikasi transaksi yang tercatat menyangkut ketepatan klasifikasinya. Dan auditor harus memeriksa apakah klien memiliki hak untuk mencatat peralatan sebagai aset miliknya.

    Tujuan audit yang terkait dengan saldo dan pengujian audit secara umum ditunjukkan pada Tabel 19-4. Keberadaan, kelengkapan, akurasi, klasifikasi, dan hak biasanya merupakan tujuan utama untuk bagian audit ini.

     

    Seperti di semua bidang audit lainnya, pengujian audit dan ukuran sampel sangat bergantung pada materialitas kinerja, risiko bawaan, dan risiko pengendalian yang dinilai. Titik awal untuk verifikasi perolehan tahun berjalan biasanya adalah skedul yang diperoleh dari klien dari semua perolehan yang dicatat dalam akun buku besar PPE selamatahun tersebut. Klien mendapatkan informasi ini dari file master properti. Skedul khusus tersebut mencantumkan setiap penambahan secara terpisah dan mencakup tanggal perolehan, vendor, deskripsi, penjelasan apakah aset tersebut baru atau sudah digunakan, masa manfaat aset untuk tujuan depresiasi, metode depresiasi, dan cost/biaya.

    Saat Anda mempelajari Tabel 19-4, perhatikan bahwa tes audit yang paling umum untuk memverifikasi adanya penambahan adalah dengan memeriksa faktur vendor. Pengujian tambahan, di luar apa yang dilakukan sebagai bagian dari pengujian pengendalian dan pengujian substantif transaksi, sering diperlukan karena kompleksitas transaksi peralatan dan materialitas jumlahnya. Merupakan hal yang normal bagi auditor untuk memverifikasi transaksi yang besar dan tidak biasa sepanjang tahun. Tingkat pengujian tergantung pada risiko kontrol auditor yang dinilai untuk perolehan dan materialitas dari penambahan aset.

    Dalam pengujian perolehan, auditor harus memahami standar akuntansi untuk memastikan klien mengikuti persyaratan terkait. Auditor juga perlu mengetahui kebijakan kapitalisasi klien untuk menentukan apakah perolehan aset diperlakukan secara konsisten dengan perolehan pada tahun sebelumnya. Auditor juga harus memverifikasi transaksi yang dicatat apakah sudah diklasifikasikan dengan benar di antara berbagai akun peralatan. Auditor juga perlu memeriksa apakah klien memiliki hak untuk mencatat peralatan sebagai aset. Beberapa peralatan manufaktur besar dan jenis mesin lainnya, seperti peralatan medis canggih atau peralatan pusat data komputer, mungkin berada dalam sewa operasi (operating lease). Auditor sering memeriksa kontrak pembelian atau leasing untuk menentukan apakah kapitalisasi peralatan telah sesuai.

    Memverifikasi pelepasan tahun berjalan

    Tujuan utama auditor dalam memverifikasi pelepasan adalah untuk mengumpulkan bukti yang cukup bahwa semua pelepasan telah dicatat dan pada jumlah yang benar. Dan titik awal dalam memverifikasi pelepasan itu dimulai dari skedul yang berisi catatan pelepasan aset selama periode berjalan. Pengujian detail tie-in sangat diperlukan atas skedul pencatatan pelepasan aset. Karena kelalaian untuk mencatat pelepasan dapat mempengaruhi secara signifikan laporan keuangan, pencarian pelepasan yang tidak tercatat merupakan hal penting. Dan luas pencariannya dipengaruhi oleh pengendalian untuk pelepasan aset tetap.

    Diperlukan uji detail tie-in dari skedul pelepasan yang dicatat, termasuk footing kedul, tracing total aset pada skedul hingga pelepasan yang tercatat dalam buku besar, dan tracing biaya dan akumulasi penyusutan aset yang dihapus ke master file properti.

    Prosedur berikut ini sering digunakan untuk memverifikasi pelepasan aset.

    1. Mereview apakah aset yang baru diakuisisi menggantikan aset yang ada
    2. Menganalisisi keuntungan dan kerugian atas pelepasan aset serta pendapatan rupa- rupa yang diterima dar pelepasan aset
    3. Mereview modifikasi pabrik dan perubahan lini produk, perubahan peralatan terkait komputer utama yang mahal, pajak properti, atau cakupan asuransi untuk indikasi penghapusan
    4. Melakukan tanya jawab dengan manajemen dan personil produksi mengenai kemungkinan pelepasan
    5. Memverifikasi saldo akhir tahun aset

    Dua tujuan auditor ketika mengaudit saldo akhir akun peralatan termasuk menentukan bahwa:

    • Semua peralatan yang tercatat ada secara fisik pada tanggal nerasa (eksistensi)
    • Semua peralatan yang dimiliki telaah dicatat (kelengkapan)

    Auditor mempertimbangkan pengendalian internal terhadap peralatan. Pengendalian internal yang penting meliputi penggunaan file induk untuk setiap aset tetap, pengendalian fisik yang memadai terhadap aset yang mudah dipindahkan, penulisan nomor identifikasi pada setiap aset tetap, serta perhitungan fisik periodik atas aset tetap dan rekonsiliasinya oleh personil akuntansi. Langkah audit pertama berkenaan dengan tujuan detail tie-in. Setelah auditor menilai risiko pengendalian untuk tujuan eksistensi, auditor memutuskan apakah perlu memverifikasi eksistensi  setiap item peralatan yang tercantum dalam file induk. Untuk tujuan kelengkapan, auditor dapat memeriksa secara fisik sampel item peralatan utama dan menelusurinya ke file induk.

    Biasanya auditor tidak menguji keakuratan atau klasifikasi aset tetap karena sudah diverifikasi dalam audit sebelumnya ketika diperoleh. Auditor juga melaksanakan prosedur audit yang terkait dengan empat tujuan penyajian dan pengungkapan aset tetap. Penyajian dan pengungkapan yang tepat dalam laporan keuangan harus dievaluasi secara hati-hati untuk memastikan bahwa standar audit diikuti. Auditor harus melaksanakan pengujian yang mencukupi untuk memverifikasi bahwa keempat tujuan pengujian dan pengungkapan dipenuhi.

    Ketika aset dijual atau dibuang tanpa diperdagangkan untuk mendapatkan aset pengganti, keakuratan transaksi dapat diverifikasi dengan memeriksa faktur penjualan terkait dan file master properti. Auditor harus membandingkan biaya dan akumulasi penyusutan dalam file induk dengan catatan yang dicatat dalam jurnal umum dan menghitung kembali keuntungan atau kerugian dari pelepasan aset untuk perbandingan dengan catatan akuntansi. Ketika pertukaran aset untuk penggantian terjadi, auditor harus memastikan bahwa aset baru dikapitalisasi dan aset yang diganti dengan benar dihapus dari catatan

    Verifikasi saldo akhir akun Aset

    Dua dari tujuan auditor ketika mengaudit saldo akhir dalam akun peralatan menentukan bahwa:

    1. Semua peralatan yang tercatat secara fisik ada pada tanggal neraca (keberadaan)
    2. Semua peralatan yang dimiliki telah dicatat (kelengkapan)

    Saat merancang pengujian audit untuk memenuhi semua hal tersebut, auditor pertama-tama mempertimbangkan sifat pengendalian internal atas peralatan. Idealnya, auditor dapat menyimpulkan bahwa pengendalian cukup efektif untuk memungkinkan auditor dalam mengandalikan saldo yang dilakukan dari tahun sebelumnya. Pengendalian yang penting termasuk penggunaan file master untuk masing-masing aset tetap, kontrol fisik yang memadai atas aset yang mudah dipindah-pindahkan (seperti komputer, peralatan, dan kendaraan), penugasan nomor identifikasi untuk setiap aset pabrik, dan penghitungan fisik periodik aset tetap dan rekonsiliasi oleh personel akuntansi.

    Biasanya, langkah audit pertama menyangkut tujuan detail tie-in: Peralatan, seperti yang tercantum dalam file master, sama dengan buku besar umum. Setelah menilai risiko pengendalian untuk tujuan keberadaan, auditor memutuskan apakah perlu memverifikasi keberadaan masing-masing item peralatan yang termasuk dalam file induk. Jika ada kemungkinan besar jumlah dari aset tetap yang hilang masih termasuk dalam file induk, auditor dapat memilih sampel dari file induk dan memeriksa aset yang sebenarnya. Demikian pula, berdasarkan penilaian auditor terhadap risiko pengendalian untuk tujuan kelengkapan, auditor dapat secara fisik memeriksa sampel item peralatan utama dan melacaknya ke file induk.

    Auditor biasanya tidak perlu menguji keakuratan atau klasifikasi aset tetap yang dicatat pada periode sebelumnya karena, mungkin, aset diverifikasi dalam audit sebelumnya pada saat aset diperoleh. Tetapi auditor harus menyadari bahwa perusahaan terkadang memiliki peralatan yang tidak lagi digunakan dalam operasional. Jika jumlahnya material, auditor harus mengevaluasi apakah angka- angka itu harus dituliskan ke nilai realisasi bersih (objektif nilai realisasi) atau setidaknya diklasifikasikan secara terpisah sebagai “peralatan yang tidak dioperasikan”.

    Selain melakukan prosedur untuk mendapatkan bukti terkait dengan tujuan audit untuk saldo untuk aset tetap, auditor juga melakukan prosedur audit yang terkait dengan empat tujuan penyajian dan pengungkapan untuk aset tetap. Pertimbangan utama dalam memverifikasi pengungkapan yang terkait dengan aset tetap adalah kemungkinan adanya pelanggaran hukum yang timbul dari penggunaan aset tetap sebagai jaminan untuk pinjaman. Auditor dapat menggunakan beberapa metode untuk menentukan apakah peralatan dibebankan, termasuk:

    • Membaca persyaratan pinjaman dan perjanjian kredit.
    • Mengirim permintaan konfirmasi pinjaman kepada bank dan lembaga pemberi pinjaman lainnya.
    • Melakukan diskusi dengan klien atau mengirim surat kepada penasihat hukum.

    Presentasi dan pengungkapan yang tepat dari peralatan dalam laporan keuangan harus dievaluasi dengan cermat untuk memastikan bahwa standar akuntansi dipatuhi. Peralatan harus mencakup biaya kotor dan biasanya harus dipisahkan dari aset tetap lainnya. Leased Property juga harus diungkapkan secara terpisah, dan semua hak gadai atas properti harus dimasukkan dalam catatan terpisah. Auditor harus melakukan pengujian yang cukup untuk memverifikasi bahwa keempat tujuan presentasi dan pengungkapan telah dipenuhi.

    Memverifikasi beban penyusutan

    Beban penyusutan adalah salah satu dari sedikit akun beban yang tidak diverifikasi sebagai bagian dari pengujian pengendalian (TOC) dan pengujian substantif atas transaksi (STOT). Jumlah yang dicatat ditentukan oleh alokasi internal dan bukan oleh transaksi pertukaran dengan pihak luar. Ketika biaya penyusutan nilainya material, lebih banyak pengujian atas rincian beban penyusutan diperlukan daripada untuk akun yang telah diverifikasi melalui TOC dan STOT.

    Tujuan audit yang berkaitan dengan saldo yang paling penting untuk beban penyusutan adalah keakuratan. Auditor berfokus pada penentuan apakah klien mengikuti kebijakan penyusutan yang konsisten dan apakah perhitungan beban penyusutan telah benar. Auditor harus mempertimbangkan empat aspek:

    • Umur manfaat akuisisi periode berjalan
    • Metode penyusutan
    • Estimasi nilai sisa
    • Kebijakan penyusutan aset dalam tahun akuisisi dan disposisi

    Metode yang berguna untuk mengaudit penyusutan adalah prosedur analitis atas kelayakan yang dilakukan dengan mengalikan aset tetap yang belum disusutkan dengan tingkat penyusutan tahun tersebut. Jika pengujian kelayakan secara menyeluruh tidak dapat dicapai, biasanya diperlukan pengujian yang lebih terinci dengan menghitung kembali beban penyusutan atas aset tertentu untuk menentukan apakah klien mengikuti kebijakan penyusutan yang benar dan konsisten. Dan terakhir auditor akan menjalankan prosedur guna memperoleh bukti bahwa empat tujuan audit yang berkaitan dengan penyajian dan pengungkapan untuk penyusutan telah dipenuhi.

    Kebijakan klien dapat diketahui dengan melakukan diskusi oleh personel yang tepat dan membandingkan tanggapan mereka dengan informasi dalam file permanen auditor. Dalam menentukan kewajaran masa manfaat dari aset yang baru diperoleh, auditor harus mempertimbangkan masa manfaat aset.

    Metode yang berguna untuk audit penyusutan adalah prosedur analitis substantif yang dilakukan dengan mengalikan aset tetap yang tidak terdepresiasi dengan tingkat penyusutan untuk tahun tersebut. Dalam membuat perhitungan ini, auditor harus melakukan penyesuaian untuk penambahan dan pelepasan tahun berjalan, aset dengan umur yang berbeda, dan aset dengan metode depresiasi yang berbeda.

    Ketika prosedur analitis substantif tidak dapat secara efektif dilakukan atau menunjukkan salah saji potensial, biasanya diperlukan tes yang lebih terperinci. Untuk melakukan ini, auditor menghitung ulang biaya penyusutan untuk aset yang dipilih untuk menentukan apakah klien mengikuti kebijakan penyusutan yang tepat dan konsisten.

    Memverifikasi saldo akhir akumulasi penyusutan

    Saldo debit untuk akumulasi depresiasi biasanya diuji sebagai bagian dari audit pelepasan/penghapusan aset, sedangkan saldo kredit diverifikasi sebagai bagian dari beban depresiasi. Jika auditor menelusuri transaksi yang dipilih ke catatan akumulasi penyusutan di file master properti sebagai bagian dari pengujian ini, maka diperlukan sedikit pengujian tambahan untuk saldo akhir akumulasi penyusutan

    Dua tujuan yang biasanya ditekankan dalam audit atas saldo akhir akumulasi penyusutan adalah:

    1. Akumulasi penyusutan yang dinyatakan pada file induk properti sama dengan buku besar Dipenuhi dengan menguji footing akumulasi penyusutan dalam file induk dan menelusuri totalnya ke buku besar umum.
    2. Akumulasi penyusutan dalam file induk sudah

    Dalam beberapa kasus umur peralatan mungkin akan berkurang secara signifikan. Auditor harus mengevaluasi kememadaian penyisihan untuk akumulasi penyusutan setiap tahun guna memastikan bahwa nilai buku bersih tidak melampaui nilai realisasi aset.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisment -

    Most Popular

    Download File

          Silahkan pilih mata kuliah dibawah. Semoga semua file dan bahan pembelajarannya bermanfaat!

    Akses Forum

          Silahkan pilih mata kuliah dibawah. Semoga semua diskusi dan tanya jawab dalam forumnya bermanfaat!

    Akses Soal

          Silahkan pilih mata kuliah dibawah. Semoga semua soal kuis/latihan dan jawabannya. Bermanfaat!

    Akses Materi

          Silahkan pilih mata kuliah dibawah. Semoga semua materinya Bermanfaat! Kategori Mata Kuliahyang...

    Recent Comments