Perencanaan Audit

Perencanaan Audit

      Perencanaan Standar lapangan pertama: “Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya”.
Alasannya :

  1. Untuk memperoleh bahan bukti kompeten yang cukup.
  2. Untuk menekan biaya audit.
  3. Untuk menghindari salah pengertian dengan klien

Tujuh bagian utama perencanaan audit

  1. Perencanaan awal perencanaan audit.
    1. Menerima klien baru, harus dievaluasi prospek, stabilitas keuangan, dan hubungan dengan auditor. Diperlukan informasi dari auditor sebelumnya mengenai integritas klien baru tersebut.
    2. Melanjutkan klien lama, perlu dievaluasi integritasnya serta hubungan hukum dengan klien.
    3. Mengidentifikasi alasan klien untuk diaudit.
    4. Menentukan staf untuk penugasan.
    5. Memperoleh surat penugasan.
  2. Memperoleh informasi mengenai latar belakang klien. mengetahui bidang usaha dan industri klien untuk mengetahui kekhasan aturan akuntansi, mengidentifikasi risiko industri, dan risiko bawaan.
    Beberapa faktor telah meningkatkan arti penting dari pemahaman atas bisnis dan industri klien :

    1. Teknologi informasi yang menghubungkan perusahaan klien dengan pelanggan dan pemasok utama.
    2. Klien telah memperluas operasinya secara global, yang sering kali melalui joint venture atau aliansi strategis.
    3. Teknologi informasi mempengaruhi proses internal klien, yang meningkatkan mutu dan ketepatan waktu informasi akuntansi.
    4. Semakin pentingnya modal manusia dan aktiva tidak berwujud lainnya telah meningkatkan kerumitan akuntansi serta pentingnya penilaian dan estimasi manajemen.
    5. Auditor membutuhkan pemahaman yang lebih baik atas bisnis dan industri klien untuk memberikan jasa bernilai tambah kepada klien.

      Auditor mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dengan menggunakan pendekatan sistem strategis untuk memahami bisnis klien.

Berikut pemahaman sistem strategis atas bisnis dan industri klien dalam Perencanaan Audit

  1. Industri dan Lingkungan Eksternal
    1. Tiga alasan utama untuk mendapatkan pemahaman yang baik tentang industri klien dan lingkungan eksternal :
      1. Risiko yang berkaitan dengan industri tertentu dapat mempengaruhi penilaian auditor atas risiko bisnis klien dan risiko audit yang dapat diterima.
      2. Risiko inheren tertentu sudah umum bagi semua klien dalam industri tertentu.
      3. Banyak industri memiliki persyaratan akuntansi yang unik yang harus dipahami auditor untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan klien telah sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.
    2. Operasi dan proses bisnis.
      1. Auditor harus memahami faktor-faktor seperti sumber utama pendapatan, pelanggan, dan pemasok kunci, sumber pembiayaan, dan informasi tentang pihak terkait yang dapat menunjukkan area di mana risiko bisnis klien meningkat.
      2. Kunjungan ke fasilitas klien dapat membantu auditor memperoleh pemahaman yang lebih baik atas kegiatan bisnis klien, karena kunjungan tersebut akan memberikan kesempatan untuk mengamati kegiatan perusahaan secara langsung dan bertemu dengan karyawan kunci.
      3. Mengidentifikasikan pihak yang berkaitan lewat transaksi yang dilakukan klien dengan mereka sangatlah penting bagi auditor karena prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan transaksi itu diungkapkan dalam laporan keuangan jika material.
    3. Manajemen dan tata kelola
      1. Karena manajemen menetapkan strategi dan proses bisnis perusahaan, auditor harus menilai filosofi dan gaya operasi manajemen, serta kemampuannya untuk mengidentifikasi dan merespons risiko, karena hal ini sangat mempengaruhi risiko salah saji yang material dalam laporan keuangan.
      2. Untuk mendapatkan pemahaman akan sistem tata kelola klien, auditor harus memahami anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, mempertimbangkan kode etik perusahaan, dan membaca notulen rapat perusahaan.
        1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
          Anggaran dasar ini mencakup nama korporasi yang pasti, tanggal pendirian, jenis dan jumlah modal saham korporasi yang diotorisasi untuk diterbitkan, serta jenis aktivitas bisnis korporasi yang diizinkan. Anggaran rumah tangga mencakup peraturan dan prosedur yang digunakan oleh para pemegang saham korporasi.
        2.  Kode Etik
          Perusahaan sering mengomunikasikan standar nilai dan etika perusahaan melalui pernyataan kebijakan serta kode perilaku.
        3. Notulen Rapat
          Notulen ini mencakup otorisasi dan ikhtisar kunci mengenai topik-topik penting yang dibahas pada perteman tersebut dan keputusan yang diambil oleh para direktur serta pemegang saham
        4. Tujuan dan strategi klien
          1. Strategi adalah pendekatan yang diikuti oleh entitas untuk mencapai tujuan organisasi.
          2. Auditor harus memaami tujuan klien yang berkaitan dengan :
            1. Reliabilitas pelaporan keuangan
            2. Efektivitas dan efisiensi operasi
            3. Ketaatan pada hukum dan peraturan
        5. Ukuran dan kinerja
          1. Sistem pengukuran kinerja klien meliputi indikator kinerja utama yang digunakan manajemen untuk mengukur kemajuan pencapaian tujuan. Indikator ini melampaui angka laporan keuangan, seperti penjualan dan laba bersih, yang mencakup ukuran yang disesuaikan dengan klien dan tujuannya. Indikator kinerja utama tersebut dapat meliputi pangsa pasar, penjualan per karyawan, pertumbuhan unit penjualan, pengunjung ke sebuah Website yang unik, penjualan same-store, dan penjualan per kaki persegi untuk pengecer.
          2. Pengukuran kinerja meliputi analisis rasio dan tolak ukur atau benchmarking terhadap pesaing utama.
      3. Memperoleh informasi mengenai kewajiban hukum klien. dokumen dan catatan hukum yang diperlukan adalah akte pendirian dan anggaran dasar perusahaan, notulen rapat, dan kontrak.
        1. Auditor menggunakan pengetahuan yang diperolehnya dari pemahaman strategis atas bisnis dan industri klien untuk menilai risiko bisnis klien, yaitu risiko bahwa klien akan gagal dalam mencapai tujuannya.
      4. Melaksanakan prosedur analitis pendahuluan.
        1. Auditor melaksanakan prosedur analitis pendahuluan untuk memahami dengan lebih baik bisnis klien dan untuk menilai risiko bisnis klien. Salah satu prosedur tersebut membandingkan rasio klien dengan benchmark industri atau pesaing untuk mengindikasikan kinerja perusahaan.
        2. Dalam mengidentifikasi area-area risiko yang spesifik, auditor cenderung berfokus pada rasio-rasio likuiditas.
      5. Menentukan materialitas dan menetapkan risiko audit yang dapat diterima dan risiko bawaan.
      6. Memahami struktur pengendalian intern dan menetapkan risiko pengendalian.
      7. Mengembangkan rencana audit dan program audit menyeluruh.

 

Perencanaan Audit

Itulah tadi postingan mengenai perencanaan audit , untuk materi akan dilanjut di postingan berikutnya..