Rabu, Oktober 28, 2020
More

    PIE – Sistem Moneter

    Dalam sistem moneter ini kita akan mempelajari semua hal yang berkaitan dengan Uang. Uang adalah seperangkat asset dalam perekonomian yang digunakan oleh orang-orang secara rutin untuk membeli barang atau jasa dari orang-orang lain. 

    Fungsi Uang 

    1. Alat pertukaran 

    Uang adalah sesuatu yang diberikan oleh pembeli kepada penjual ketika dilakukan pembelian barang dan jasa

    2. Satuan Hitung 

    Uang adalah ukuran untuk menentukan harga-harga serta mencatat tagihan dan utang.

    3. Penyimpan nilai 

    Uang adalah alat yang digunakan masyarakat untuk mentransfer daya beli dari masa sekarang ke masa depan. 

    Likuiditas adalah tingkat kemudahan suatu asset untuk diubah menjadi alat pertukaran dalam perekonomian. Uang adalah asset paling likuid. 

    Jenis-jenis Uang 

    • Uang komoditas Uang berbentuk komoditas yang mengandung nilai intrinsik. Nilai intrinsic artinya suatu barang tetap memiliki nilai meskipun barang tersebut tidak digunakan sebagai uang. Contoh uang komoditas adalah emas. Emas tetap bernilai meski tidak digunakan sebagai uang, contoh untuk perhiasan. 

    • Uang fiat Uang tanpa nilai intrinsik yang digunakan sebagai uang karena keputusan pemerintah. Contoh: lembaran uang kertas rupiah yang dicetak pemerintah. 

    • Uang kartal Lembaran uang kertas dan kepingan logam yang dinyatakan sebagai uang yang dipegang oleh public. 

    • Uang giral Saldo di rekening bank yang dapat dapat diakses penyimpannya dengan cara menulis cek. 

    Bank sentral adalah institusi yang dirancang untuk mengawasi system perbankan dan jumlah uang (sistem Moneter) diperekonomian. Bank sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia.

    Tugas Bank Sentral: 

    1. Mengatur bank-bank dan menjaga kesehatan sistem perbankan. 2. Mengendalikan jumlah uang beredar (sistem Moneter). Jumlah Uang Beredar (JUB) adalah jumlah uang yang tersedia dalam perekonomian. JUB = Uang kartal + Uang Giral Kebijakan Moneter adalah pengaturan jumlah uang yang beredar oleh para pembuat kebijakan di bank sentral. 

    Bank dan Jumlah Uang Beredar 

    Bank memiliki peranan di dalam menentukan JUB yang mana ini akan mempersulit tugas Bank Sentral di dalam mengatur JUB. Bank dapat mempengaruhi JUB melalui system pencadangan yang akan kita bahas di bawah ini. 

    Sistem Pencadangan 

    Cadangan adalah simpanan yang diterima bank tetapi belum dipinjamkan. Sebelumnya, perlu kita ketahui tugas bank (bank umum) ada dua, yaitu menerima simpanan dan menyalurkan dana simpanan itu ke pihak yang membutuhkan. Namun, ketika bank menerima simpanan, tidak semua dana simpanan itu dapat disalurkan, ada sebagian yang harus dicadangkan. 

    Pencadangan 100 persen

    Ketika perbankan menggunakan pencadangan 100 persen, maka ketika bank menerima uang simpanan, bank tidak dapat menyalurkan uang tersebut sama sekali. 

    Contoh:

    Untuk memudahkan, anggaplah awalnya di dunia ini tidak ada bank sama sekali. Sehingga uang tunai akan menjadi satu-satunya bentuk uang. Anggaplah jumalah uang tunai adalah $100, maka JUB adalah $100. 

    Selanjutnya didirikan Bank bernama Bank A, dan menjadi bank satu-satunya. Bank berdiri sebagai bank deposito satu-satunya, dimana bank ini hanya menerima penyimpanan uang namun tidak menyalurkannya. Sehingga perbankan menggunakan system pencadangan 100 persen. Kemudian masyarakat menabungkan semua uang tunai sebesar $100 ke Bank A. 

    Sebelum Bank A berdiri JUB adalah $100 yang dipegang masyarakat dalam bentuk uang tunai. Setelah Bank A berdiri, jumlah uang beredar tetap $100 dalam bentuk simpanan, dan tidak ada uang tunai karena semuanya telah disimpan di bank. 

    Apabila Bank menyimpan semua simpanan dalam bentuk cadangan, keberadaan bank akan sama sekali tidak mempengaruhi JUB (sistem moneter). 

    Penciptaan Uang dengan Sistem Perbankan Bercadangan Sebagian 

    Baca Juga : PIE – Pertumbuhan dan Produksi

    Sistem perbankan bercadangan-sebagian adalah sistem perbankan di mana bank hanya memegang sebagaian dari simpanan dalam bentuk cadangan. Sehingga bank dapat menyalurkan dana yang didapatkan dalam bentuk pinjaman. 

    Sebagian dari simpanan di bank berupa cadangan disebut dengan rasio cadangan (reserve ratio). Rasio ini ditentukan oleh gabungan peraturan pemerintah dan kebijakan bank sendiri. Bank sentral menetapkan jumlah cadangan minimum yang harus disimpan oleh bank, disebut dengan syarat pencadangan minimum. Bank umum sendiri boleh mencadangkan lebih besar dari yang diwajibkan oleh Bank sentral, yang disebut sebagai kelebihan cadangan yang mana akan membuat bank umum semakin yakin mereka tidak akan mengalami kesulitan likuiditas dana. 

    Contoh: 

    Anggaplah awalnya JUB adalah $100 yang berupa uang tunai. Lalu masyarakat menyimpan uang itu ke Bank A dalam bentuk simpanan. Pemerintah menetapkan rasio cadangan adalah 10%, yang artinya dari $100 simpanan yang Bank A terima, bank A wajib mencadangkan $10, dan bisa menyalurkan $90 kembali ke masyarakat dalam bentuk pinjaman. Maka kondisi finansial Bank A dilihat dari T-accountnya adalah sebagai berikut: 

    Sebelum masyarakat menyimpan uangnya di Bank A, JUB adalah $100 berupa uang tunai. Setelah masyarakat menyimpan ke Bank A, JUB tetap $100 dalam bentuk simpanan. Namun, setelah Bank A menyalurkan kembali $90 ke masyarakat dalam bentuk pinjaman, maka JUB bertambah. Para pemilik dana masih memiliki simpanan sebesar $100, namun sekarang para peminjam mempunyai uang tunai sebesar $90. Uang beredar bertambah menjadi $190. Ketika bank hanya memegang sebagian dari simpanan sebagai cadangan, bank menciptakan uang. 

    Penggandaan Uang

    Penciptaan uang tidak berhenti pada Bank A saja. Anggaplah uang $90 tadi, dibelanjakan kepada seseorang. Kemudian seseorang tersebut menyimpannya di bank B. Bank B yang menerima uang $90 ini kemudian menyalurkan $81 sebagai pinjaman. Sehingga Bank B akan memiliki kondisi finansial sebagai berikut: 

    Pada akhirnya katakanlah $81 ini diterima Bank C sebagai simpanan. Sama seperti Bank A dan Bank B, Bank C wajib mencadangkan 10% dari dana yang diterima. Sehingga Bank C akan mencadangkan $8,1 dan menyalurkan $72,9 lainnya. Sehingga Bank C memiliki kondisi finansial sebgai berikut: 

    Proses ini akan berlangsung terus menerus. Setiap kali uang disimpan, dan bank menyalurkan kembali, maka uang akan diciptakan. 

    Berapa banyak uang akan diciptakan akan bergantung pada besarnya multipliernya. Pengganda uang (money multiplier) adalah jumlah uang yang diciptakan oleh system perbankan dari setiap unit cadangan. 

    Semakin besar jumlah R atau rasio cadangan, semakin besar pula angka penggandanya, maka JUB akan semakin kecil. 

    Contoh soal Rumah Tangga mendepositokan uangnya $100 ke bank. Bank merasa aman dengan mencadangkan 10% dana yang diterima. Berapakah money multiplier dan JUB yang bank ciptakan? 

    Money multiplier = 1/R = 1/10% = 10
    JUB = money multiplier x jumlah uang = 10 x $100 = $1000 (jadi aka nada $1000 pertambahan JUB dalam system moneter). 

    Kebijakan Moneter Kebijakan moneter yang diterapkan bank sentral dalam mengatur JUB 

    1. Operasi pasar terbuka 

    Pembelian dan penjualan surat berharga pemerintah. Ketika terjadi inflasi, yang berarti JUB banyak, maka untuk mengurangi inflasi Bank sentral harus mengurangi JUB. Salah satunya dengan cara menjual surat berharga. Penjualan surat berharga pemerintah akan menyebabkan aliran uang masuk ke rekening pemerintah, sehingga JUB akan berkurang dan inflasi turun. Berlaku sebaliknya jika pemerintah ingin menaikkan inflasi.

    2. Syarat Cadangan Minimum 

    Aturan yang mengatur jumlah cadangan minimum yang harus dipegang oleh bank untuk melindungi simpanan. Ketika terjadi inflasi, yang berarti JUB banyak, maka untuk mengurangi inflasi Bank sentral harus mengurangi JUB. Salah satunya dengan cara menaikkan cadangan minimum, Kenaikkan syarat pencadangan akan menyebabkan jumlah dana yang bisa bank umum salurkan menjadi berkurang, sehingga JUB akan berkurang dan inflasi turun. Berlaku sebaliknya jika pemerintah ingin menaikkan inflasi.

    3. Tingkat diskonto 

    Suku bunga yang diberikan Bank sentral atas pinjaman yang diberikannya kepada bank-bank umum. Ketika terjadi inflasi, yang berarti JUB banyak, maka untuk mengurangi inflasi Bank sentral harus mengurangi JUB. Salah satunya dengan cara menaikkan tingkat diskonto, Kenaikkan suku bunga diskonto atas pinjaman ini menyebabkan bank umum enggan meminjam uang dari bank sentral, sehingga JUB akan berkurang dan inflasi turun. Berlaku sebaliknya jika pemerintah ingin menaikkan inflasi. 

    Masalah-masalah dalam mengendalikan JUB

    1. Bank sentral tidak mengendalikan JUB yang dipegang oleh rumah tangga dalam bentuk simpanan-simpanan di bank umum.

    2. Bank sentral tidak mengendalikan besarnya pinjaman yang disalurkan oleh bank-bank. 

    Ini materi Sistem Moneter, jika ada pertanyaan dan mau diskusi silahkan comment yaa!

    2 KOMENTAR

    1. […] Tingkat Harga dan Ekspor Neto: Efek Nilai Tukar Jatuhnya tingkat harga di suatu negara akan menyebabkan suku bunga di negara itu turun. Ketika suku bunga turun maka investor akan mengalihkan investasinya ke luar negeri yang akan menaikkan penawaran mata uang negara itu di pasar valas, yang akan menyebabkan mata uang negara itu mengalami depresiasi. Depresiasi ini akan mendorong kenaikkan ekspor neto dan meningkatkan permintaan barang dan jasa di negara itu. […]

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisment -

    Most Popular

    Download File

          Silahkan pilih mata kuliah dibawah. Semoga semua file dan bahan pembelajarannya bermanfaat!

    Akses Forum

          Silahkan pilih mata kuliah dibawah. Semoga semua diskusi dan tanya jawab dalam forumnya bermanfaat!

    Akses Soal

          Silahkan pilih mata kuliah dibawah. Semoga semua soal kuis/latihan dan jawabannya. Bermanfaat!

    Akses Materi

          Silahkan pilih mata kuliah dibawah. Semoga semua materinya Bermanfaat! Kategori Mata Kuliahyang...

    Recent Comments