Juknis Pengisian Target Proyek Capaian Output SAKTI 2024

Juknis Pengisian Target Proyek Capaian Output SAKTI 2024

;

PENGISIAN DAN PELAPORAN DATA TARGET/PROYEKSI OUTPUT SATKER

Ver.2.0 Tahun 2024


DESKRIPSI SINGKAT

Perekaman Data Target Kinerja Satker

No

  1. Modul KOM

  2. Role User OPR

  3. Modul Lain Terkait KOM, ANG, PEM

  1. Dokumen Input

ANG-Status DIPA/Revisi DIPA
Data Pagu, Volume, dan Target RO
Data Proyeksi Target Capaian Output

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI i

DAFTAR ISI

DESKRIPSI SINGKAT ................................................................................................................................ i

DAFTAR ISI ............................................................................................................................................ ii

FREQUENTLY ASKED QUESTION (FAQ) ................................................................................................ iii

PETUNJUK TEKNIS (JUKNIS) PEREKAMAN DATA TARGET KINERJA SATKER K/L ..................................... 1

I. PENDAHULUAN .......................................................................................................................... 1

II. LANDASAN REGULASI ................................................................................................................ 2

III. RUANG LINGKUP ........................................................................................................................ 3

IV. KEWENANGAN PENCATATAN TRANSAKSI DAN PELAPORAN ...................................................... 3

V. DAFTAR ISTILAH ......................................................................................................................... 3

VI. PROSES BISNIS PENGISIAN DAN PELAPORAN DATA TARGET DAN CAPAIAN OUTPUT ................ 5

VII. PENGISIAN DATA PROYEKSI TARGET OUTPUT PADA APLIKASI SAKTI .......................................... 6

VII.1.1. Periode Pengisian Data Proyeksi Target Output ......................................................... 6

VII.1.2. Rilis Sistem Pengisian dan Pelaporan Proyeksi Target Output Tahun 2024 ................ 8

VII.1.3. Mekanisme Pengisian Data Proyeksi Target Output ................................................... 9

VIII. PERHITUNGAN DATA PROYEKSI TARGET OUTPUT .................................................................... 10

VIII.1.1. RO Dukungan Manajemen Target 1 Layanan............................................................ 11

VIII.1.2. RO Dukungan Manajemen Target 12 Layanan.......................................................... 11

VIII.1.3. RO Penyaluran Bantuan Sosial .................................................................................. 12

VIII.1.4. RO yang Memerlukan Serangkaian Tahapan ............................................................ 12

VIII.1.5. RO yang Dihitung Secara Proporsional ..................................................................... 13

VIII.1.6. RO dengan Polarisasi Minimize ................................................................................ 13

IX. VALIDASI DATA PROYEKSI TARGET OUTPUT ............................................................................. 14

IX.1.1. Validasi Menu Target Kinerja Satker ......................................................................... 14

IX.1.2. Validasi Menu Realisasi Kinerja Satker ...................................................................... 15

X. PETUNJUK PENGISIAN PROYEKSI TARGET OUTPUT SATKER K/L– APLIKASI SAKTI .................... 17

XI. MONITORING KIRIMAN DATA TARGET CAPAIAN OUTPUT OMSPAN ........................................ 24

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI ii

FREQUENTLY ASKED QUESTION (FAQ)

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI iii

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI iv

PETUNJUK TEKNIS (JUKNIS) PEREKAMAN DATA TARGET KINERJA SATKER K/L

I. PENDAHULUAN

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan alat pemerintah yang berfungsi
untuk mewujudkan pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, serta pemerataan pendapatan dalam
rangka tujuan bernegara. Dalam konteks keuangan negara, prasyarat dari berfungsinya peran
APBN dalam mencapai tujuan bernegara adalah terpenuhinya seluruh unsur best practices tata
kelola APBN, termasuk di dalamnya akuntabilitas berorientasi pada hasil. Tata kelola APBN yang
akuntabel dan berorientasi pada hasil dimanifestasikan melalui sistem penganggaran berbasis
kinerja, di mana setiap anggaran atau biaya yang dituangkan dalam setiap kegiatan harus dapat
dikaitkan dengan manfaat yang dihasilkan. Kerangka logis dari penganggaran berbasis kinerja
harus dapat menunjukkan keterkaitan antara input, output, outcome, hingga impact yang
dihasilkan.

Dalam rangka mendukung implementasi penganggaran berbasis kinerja melalui Monev
Pelaksanaan Anggaran, Ditjen Perbendaharaan sesuai dengan kewenangannya telah
mengembangkan sistem informasi yang terintegrasi mulai dari proses penganggaran, pelaksanaan
anggaran, dan pelaporan kinerja melalui aplikasi SAKTI. Adapun sejak tahun 2022, aplikasi SAKTI
telah digunakan oleh seluruh Satker K/L di Indonesia dan telah mampu menghasilkan data capaian
output dengan tingkat partisipasi hingga 99,8 persen setiap periode (bulan). Tingginya tingkat
partisipasi pelaporan data capaian output menjadi satu peluang untuk menghasilkan big data
kinerja pelaksanaan anggaran yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan identifikasi
kendala/permasalahan, analisis kinerja, serta rekomendasi kebijakan sebagai bagian dari upaya
perbaikan yang berkelanjutan.

Inisiasi penyempurnaan mekanisme penilaian kinerja capaian output dalam penilaian IKPA Satker
K/L dilakukan pada tahun 2023. Prinsip penilaian kinerja capaian output bergeser di mana target
kinerja capaian output yang sebelumnya ditetapkan sama dengan target penyerapan anggaran
diubah menjadi target kinerja yang mengacu pada proyeksi kinerja yang disusun oleh Satker secara
mandiri. Mekanisme tersebut lebih sesuai dengan prinsip “ let the managers manage ”, dengan
tetap mendorong mekanisme check and balances antara Kementerian Keuangan sebagai ( Chief
Financial Officer ) CFO dan Kementerian/Lembaga sebagai ( Chief Operational Officer ) COO. Hal
tersebut dimanifestasikan melalui implementasi pengisian dan pelaporan target kinerja capaian
output telah dimulai pada bulan Juli 2023 melalui Surat Direktur Pelaksanaan Nomor S213/PB.2/2023 dan Nota Dinas Direktur Pelaksanaan Anggaran Nomor ND-1006/PB.2/2023 hal
Pelaporan Target/Proyeksi Output Satker Pada Aplikasi SAKTI dan Petunjuk Teknis Pelaporan Data
Target/Proyeksi Output pada Aplikasi SAKTI.

Setahun pasca implementasi pengisian dan pelaporan target kinerja capaian output, evaluasi terus
dilakukan dalam rangka perbaikan yang berkelanjutan. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan
pengisian dan pelaporan target kinerja output, penandaan/ tagging masih belum menghasilkan

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 1

informasi yang andal terkait karakteristik pelaksanaan output pada Kementerian Negara/Lembaga.
Masih banyak ditemukan penandaan/ tagging yang berbeda untuk output yang sama. Selain itu,
penandaan dari sisi polarisasi capaian dan waktu masih belum cukup untuk menghasilkan
informasi yang dibutuhkan untuk memahami karakteristik sebuah output. Oleh karena itu, dalam
rangka meningkatkan kualitas data capaian kinerja yang dilaporkan melalui sistem informasi,
sesuai KMK Nomor 466 Tahun 2023, dilakukan pengisian informasi data pra-pelaporan
( assessment ) rincian output (RO) berdasarkan referensi yang telah disediakan.

Untuk menghasilkan persepsi yang sama atas karakteristik output di seluruh satker, maka
penandaan/ tagging karakteristik output dilakukan oleh bagian perencanaan di masing-masing
unit eselon I Satker atas tiga kriteria, yaitu:

a. Assesment jenis RO: statis dan dinamis;
b. Assesment cara pelaporan: otomatis, periodik, dan tahapan; dan
c. Assesment polarisasi capaian dan polarisasi waktu.
Penandaan/ tagging karakteristik output dilakukan sejak awal tahun anggaran sebagai prasyarat
pelaporan capaian RO tahun anggaran berjalan. Penandaan/ tagging karakteristik output dapat
diperbarui apabila terdapat perubahan nomenklatur RO, perubahan satuan atau penambahan RO
baru.

II. LANDASAN REGULASI

  1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4355).

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran

Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 103)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2018 tentang
Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018
Nomor 229).

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 6850).

  1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2021 tentang Pelaksanaan Sistem SAKTI

(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1307) sebagaimana telah diubah terakhir
dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 158 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2021 tentang Pelaksanaan Sistem Sakti.

  1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62 Tahun 2023 tentang Perencanaan Anggaran,

Pelaksanaan Anggaran, serta Akuntansi dan Pelaporan Keuangan (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2023 Nomor 472).

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 2

  1. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 466 Tahun 2023 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan

Pengendalian dan Pemantauan Serta Evaluasi Kinerja Anggaran Terhadap perencanaan
Anggaran.

  1. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-5/PB/2022 tentang Petunjuk Teknis

Penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Belanja Kementerian Negara/Lembaga.

III. RUANG LINGKUP

  • Petunjuk Teknis ini mengatur tentang tata cara pengisian proyeksi target capaian output oleh
    Operator Komitmen Satker pengguna aplikasi SAKTI.

  • Adapun tata cara pengisian capaian output oleh Operator Komitmen Satker pada aplikasi SAKTI,
    serta tata cara pelaporan dan monitoringnya pada aplikasi OMSPAN merujuk pada Juknis
    Pengisian, Pelaporan, dan Monitoring Realisasi Kinerja (Capaian Output) Satker.

IV. KEWENANGAN PENCATATAN TRANSAKSI DAN PELAPORAN

Pengisian data proyeksi target capaian output Satker pengguna aplikasi SAKTI dilakukan oleh
Operator Komitmen sesuai dengan kewenangan masing-masing.

V. DAFTAR ISTILAH

Beberapa istilah yang muncul dalam Juknis ini antara lain:

  1. Rincian Output (RO) : Keluaran (output) riil yang sangat spesifik yang dihasilkan oleh

unit kerja K/L yang berfokus pada isu dan/atau lokasi tertentu
serta berkaitan langsung dengan tugas dan fungsi unit kerja
tersebut dalam mendukung pencapaian sasaran kegiatan yang
ditetapkan.

  1. Klasifikasi Rincian
    Output (KRO)

Target Progres Capaian
3.

Rincian Output (TPCRO)

Progres Capaian Rincian
4.
Output (PCRO)

Target Rincian Volume
5.
Rincian Output (TRVRO)

  1. Rincian Volume Rincian
    Output (RVRO)

: Kumpulan atas output (Rincian Output) K/L yang disusun

dengan mengelompokkan atau mengklasifikasikan muatan
keluaran (output) yang sejenis/serumpun berdasarkan
sektor/bidang/jenis tertentu secara sistematis

: Persentase yang menunjukkan target tingkat penyelesaian dari

berbagai tahapan atau aktivitas yang dilakukan Satker dalam
mencapai suatu output riil/spesifik berupa barang/jasa.

: Persentase yang menunjukkan tingkat penyelesaian dari

berbagai tahapan atau aktivitas yang dilakukan Satker dalam
mencapai suatu output riil/spesifik berupa barang/jasa.

: Target keluaran (output) riil berupa jumlah barang atau jasa

yang dihasilkan oleh Satker atas penggunaan anggarannya.

: Capaian keluaran (output) riil berupa jumlah barang atau jasa

yang dihasilkan oleh Satker atas penggunaan anggarannya..

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 3

  1. Polarisasi Capaian : Parameter untuk menunjukkan ekspektasi arah nilai realisasi

output (RO) terhadap targetnya berdasarkan aspek capaian.

  1. Maximize : Salah satu alternatif dalam polarisasi capaian yang
    mengindikasikan semakin tinggi realisasi output/RVRO
    terhadap target RO, semakin baik kinerjanya. Sebagian besar
    output memiliki karakteristik seperti ini.

  2. Minimize : Salah satu alternatif dalam polarisasi capaian yang
    mengindikasikan semakin rendah realisasi output/RVRO
    terhadap target RO, semakin baik kinerjanya. Contoh: bencana,
    perkara, dsb.

  3. Polarisasi Waktu : Parameter untuk menunjukkan ekspektasi arah nilai realisasi

output (RO) terhadap targetnya berdasarkan aspek waktu.

  1. Stabilized : Salah satu alternatif dalam polarisasi waktu yang
    mengindikasikan semakin akurat output dieksekusi sesuai
    targetnya, semakin baik kinerjanya. Output (RO) jenis ini
    merupakan RO yang sudah terjadwal pelaksanaannya. Contoh:
    RO Kontraktual dengan termin, RO penyaluran dana, RO yang
    memiliki penjadwalan kegiatan rutin/operasional.

  2. Time Efficiency : Salah satu alternatif dalam polarisasi waktu yang
    mengindikasikan semakin cepat output dieksekusi
    dibandingkan targetnya, semakin baik kinerjanya. Contoh:
    Pengadaan peralatan, pengadaan persediaan, dsb.

  3. Jenis RO Statis : Merupakan RO yang capaiannya (RVRO) tidak dapat melebihi

Target RO dalam DIPA

  1. Jenis RO Dinamis : Merupakan RO yang capaiannya (RVRO) dapat melebihi target

RO dalam DIPA

  1. Cara Pelaporan Periodik : RO dengan penerima manfaat atau target output adalah pihak

yang sama. Pemberian/pelaksanaan RO dilakukan secara
berulang dengan periode tertentu.

  1. Cara Pelaporan

Tahapan

: RO dengan perhitungan PCRO dan RVRO dilakukan

berdasarkan bobot atas tahapan kegiatan yang sudah
dilaksanakan

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 4

VI. PROSES BISNIS PENGISIAN DAN PELAPORAN DATA TARGET DAN CAPAIAN OUTPUT

Gambar 1. Proses Bisnis Pengisian dan Pelaporan Data Target dan Capaian Output

Proses bisnis pengisian target dan data capaian output dapat diuraikan sebagaimana gambar di
atas. Aktivitas utama terbagi menjadi 2 aktivitas, yakni (1) Input Target Output, dan (2) Input
Capaian Output. Secara umum, Input Target Output dilakukan secara periodik setiap triwulan atau
sepanjang terdapat revisi DIPA yang menyebabkan perubahan jumlah RO dan/atau terdapat RO
yang mengalami perubahan jumlah target, sedangkan Input Capaian Output dilakukan setiap
bulan. Tahapan dari proses pengisian target dan data capaian output adalah sebagai berikut:

  1. Input Target Kinerja (Output) (dilakukan setap triwulanan atau sepanjang terdapat revisi DIPA

yang mengakibatkan perubahan jumlah dan/atau target RO)

a. User /Pengguna mengisi target output pada Menu Target Kinerja Satker . Pengisian data

target dilakukan dengan menginput target secara langsung pada Aplikasi SAKTI.
b. Pengisian dilakukan pada kolom TPCRO dan TRVRO Non Kumulatif.
c. Setelah data target diisi, User /Pengguna mengeklik tombol SIMPAN untuk menyimpan data

target output.
d. Sistem akan melakukan validasi kesesuaian isian target dengan kriteria yang ditetapkan

(Validasi 1), yaitu:

  - TPCRO kumulatif (s.d. bulan Des) = 100.

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 5


- TRVRO kumulatif (s.d. bulan Des) = target RO dalam DIPA.
e. Validasi 2 berupa seluruh RO telah terisi dan Validasi 1 telah valid.
f. Apabila isian target output telah lengkap dan sesuai, maka data akan tersimpan.
g. Dalam hal terdapat revisi DIPA yang menyebabkan perubahan jumlah RO dan/atau terdapat

RO yang mengalami perubahan jumlah target, User /Pengguna dapat melakukan
penyesuaian target output hanya untuk output yang mengalami perubahan.
h. Satker yang mengalami revisi DIPA sebagaimana dimaksud pada huruf g, wajib melakukan

input/pemutakhiran target atas RO yang mengalami perubahan target RO dalam DIPA
dan/atau menginput RO baru yang muncul dalam revisi DIPA terakhir (dilakukan rangkaian
proses kembali mulai huruf b sampai dengan huruf f.

  1. Input Realisasi Kinerja (Capaian Output).

a. User /Pengguna mengisi data capaian output pada menu Realisasi Kinerja Satker pada

Aplikasi SAKTI .
b. Setelah data diisi, User /Pengguna mengeklik tombol SIMPAN untuk menyimpan data

capaian output.
c. Sistem akan melakukan validasi pengisian capaian output (Validasi 3), berupa:

  - Kelengkapan isian PCRO, RVRO, referensi keterangan, dan keterangan untuk setiap RO.

  - Kesesuaian isian PCRO dan RVRO dengan kriteria yang ditetapkan.

d. Apabila isian capaian output telah sesuai, maka data akan tersimpan.
e. Setelah seluruh data terisi, User /Pengguna mengeklik tombol KIRIM untuk mengirim target

dan capaian output ke tabel staging .
f. Sistem akan melakukan (Validasi 4) kelengkapan pengisian data target dan capaian output

berupa:

  - Kelengkapan pengisian target RO → apakah seluruh RO telah terisi TPCRO dan TRVRO,

termasuk validasi telah dilakukan pengiriman kembali atas RO yang mengalami
perubahan target berdasarkan revisi yang berlaku pada bulan pelaporan.

  - Kelengkapan pengisian capaian RO → apakah seluruh RO telah terisi PCRO, RVRO,

keterangan, dan referensi keterangannya sesuai kriteria.

VII. PENGISIAN DATA PROYEKSI TARGET OUTPUT PADA APLIKASI SAKTI

VII.1.1. Periode Pengisian Data Proyeksi Target Output

Pengisian proyeksi target output dilakukan minimal 1 (satu) kali dalam 1 (tahun) anggaran dan dapat
dimutakhirkan setiap triwulan dengan batas waktu pengiriman hari kerja kesepuluh setap awal
triwulan, kecuali untuk periode triwulan I di mana batas waktu pengiriman adalah hari kerja
kesepuluh pada awal bulan Februari . Form pengisian target akan aktif untuk periode yang sedang
terbuka sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Sistem akan mengunci form pengisian untuk
bulan yang telah berlalu/di luar periode pengisian proyeksi target capaian output.

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 6

Gambar 2. Periode Pengisian dan Pelaporan Data Proyeksi Target Output

Keterangan:

a. Pengisian target di periode pengisian Triwulan I (sepuluh hari kerja pertama di bulan Feb) dapat

dilakukan untuk target bulan Januari-Desember.

b. Pengisian target di periode pengisian Triwulan II (sepuluh hari kerja pertama di bulan April) dapat

dilakukan untuk target bulan April-Desember. Adapun data bulan Januari-Maret sudah dikunci
( freeze ).

c. Pengisian target di periode pengisian Triwulan III (sepuluh hari kerja pertama di bulan Juli) dapat

dilakukan untuk target bulan Juli-Desember. Adapun data bulan Januari-Juni sudah dikunci
( freeze ).

d. Pengisian target di periode pengisian Triwulan IV (sepuluh hari kerja pertama di bulan Oktober)

dapat dilakukan untuk target bulan Oktober-Desember. Adapun data bulan Januari-September
sudah dikunci ( freeze ).

Selain periode reguler sebagaimana disebutkan di atas, terdapat periode khusus dalam hal terdapat
revisi DIPA pada Satker yang menyebabkan perubahan jumlah RO dan/atau terdapat RO yang
mengalami perubahan jumlah target / volume melalui mekanisme Dispensasi .

Gambar 3. Fitur Dispensasi Pengisian dan Pelaporan Proyeksi Target Output

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 7


a. Fitur Dispensasi pada Aplikasi SAKTI akan mengidentifikasi apabila terdapat perubahan dalam

jumlah RO dan/atau terdapat RO yang mengalami perubahan jumlah target ( by sistem ).

b. Dalam hal terdapat RO baru pada sebuah revisi dan/atau terdapat RO yang mengalami perubahan

jumlah target/volume maka form pengisian proyeksi target akan aktf hanya untuk RO dimaksud .

c. Adapun untuk RO lain yang tdak mengalami perubahan, form pengisian proyeksi target tidak akan

aktif untuk bulan yang telah berlalu/di luar periode pengisian proyeksi target capaian output.

d. Satker dapat melakukan Dispensasi secara mandiri di aplikasi SAKTI setelah DIPA Revisi terbaru ter
posting (terbit) pada sistem. Dispensasi mandiri dapat dilakukan tanpa batasan waktu. Meskipun
begitu, fitur Dispensasi akan nonaktf setelah Satker melakukan KIRIM data target/ proyeksi
capaian output.

e. Apabila terdapat case tertentu yang tidak dapat diakomodasi oleh Dispensasi mandiri, Satker

dapat mengajukan permohonan pembukaan fitur Dispensasi melalui HaiDJPb dengan subjek tiket
“Permohonan Pembukaan Dispensasi Penyesuaian Target/Proyeksi Capaian Output” dan memuat
informasi:

  • KODE_SATKER 6 digit (contoh: 485436)

  • TAHUN_ANGGARAN 4 digit (contoh: 2024)

  • KODE_PROGRAM 2 digit (contoh: WA)

  • KODE_KEGIATAN 4 digit (contoh: 6580)

  • KODE_KRO 3 digit (contoh: EBA)

  • KODE_RO 3 digit (contoh: 003)

  • Keterangan (contoh: Volume pada RO WA.6580.EBA.003 semula 4 Unit menjadi 2 Unit)

Permohonan Dispensasi tersebut agar melampirkan DIPA Revisi sebelum dan DIPA revisi terbaru.

VII.1.2. Rilis Sistem Pengisian dan Pelaporan Proyeksi Target Output Tahun 2024

Pengisian dan pelaporan data proyeksi target output tahun 2024 dilakukan pertama kali pada bulan
April 2024 . Adapun pengisian data pada April 2024 berlaku surut untuk triwulan I 2024. Jadwal
pelaporan data proyeksi target output tahun 2024 adalah sebagai berikut:

Gambar 4 . Periode Pengisian dan Pelaporan Data Proyeksi Target Output Tahun 2024

No Data Proyeksi Target Output Triwulan Periode Pengisian dan Pelaporan
1. Triwulan I Tahun 2024 s.d. 30 April 2024
2. Triwulan II Tahun 2024 s.d. 30 April 2024

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 8


|No|Data Proyeksi Target Output Triwulan|Periode Pengisian dan Pelaporan|
|---|---|---|
|3.|Triwulan III Tahun 2024|s.d. 12 Juli 2024|
|4.|Triwulan IV Tahun 2024|s.d. 14 Oktober 2024|

VII.1.3. Mekanisme Pengisian Data Proyeksi Target Output

Mekanisme pengisian data proyeksi target output dilakukan sebagai berikut:

a. Pengisian Data Non Kumulatf

Pengisian data proyeksi target output dilakukan dengan menginput penambahan capaian pada
bulan tersebut saja (sifatnya non kumulatif). Ilustrasi pengisian datanya adalah sebagai berikut:

Gambar 5. Mekanisme Pengisian Data Proyeksi Target Output Non Kumulatif

Keterangan:

  • TRVRO maksimal sebesar target RO dalam DIPA, TPCRO maksimal sebesar 100%.

  • RVRO/Capaian output yang diinput pada menu realisasi kinerja dapat melebihi target dalam
    DIPA, sedangkan capaian PCRO maksimal 100%.

b. Pengisian TRVRO dan TPCRO

Angka TPCRO diisi dalam bentuk persen dan dimungkinkan dalam bentu desimal. Adapun angka
TRVRO diisi dalam bentuk satuan penuh, kecuali untuk satuan-satuan yang dimungkinkan diisi
dalam bentuk desimal seperti:

Gambar 6. Satuan Output yang Dimungkinkan Diinput Dalam Bentuk Desimal

Gram/g Kilometer/Km Liter/detik Milyar/Miliar dan satuan
lain yang
dimungkinkan
Hektar/Ha Kilometer
persegi/Km2
Meter/m Rupiah/Rp Rupiah/Rp
Kilogram/Kg Liter/Lt Meter persegi/m2 Ton Ton

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 9

c. Fitur Isi Otomats untuk RO Dukungan Manajemen dengan Target dan Satuan 1 Layanan

Pengisian data proyeksi target RO berupa Dukungan Manajemen (Program WA ; Kode KRO Exx )
dengan target dan satuan 1 layanan, dapat dilakukan menggunakan fitur Isi Otomats .

Gambar 7. Isi Otomatis untuk RO Dukungan Manajemen 1 Layanan

Pengisian dilakukan berdasarkan pembagian TPCRO secara proporsional. Besaran PCRO
bergantung pada rentang periode yang dipilih oleh User/Pengguna pada Aplikasi SAKTI. Adapun
TRVRO dapat diisi sebesar 1 Layanan di akhir periode perhitungan. Adapun logika Otomasi
Pengisian Target/Proyeksi RO 1 Layanan adalah sebagai berikut:

Komponen data Kondisi
TPCRO
(non Kumulatf)
• Apabila RO muncul dari bulan Januari→ setap bulan terisi senilai
1/12→ 8,33%.
• Apabila RO muncul setelah Januari→ setap bulan terisi senilai 1/(12-
(n-1)). n = bulan munculnya RO. Misal RO muncul pada bulan Maret
→ 1/(12-(3-1)) =10,00% .
TRVRO
(non Kumulatf)
• Terisi1 pada bulan Desember.

VIII. PERHITUNGAN DATA PROYEKSI TARGET OUTPUT

Perhitungan proyeksi target output ditujukan untuk menerapkan prinsip fairness treatment dalam
penilaian indikator kinerja capaian output dalam rangka perhitungan IKPA. Satker dapat menentukan
target atas pelaksanaan kegiatannya karena seyogianya masing-masing satker lah yang memahami
rangkaian kegiatan untuk mencapai target output yang telah ditetapkan dalam proses perencanaan.
Mekanisme tersebut lebih sesuai dengan prinsip “ let the managers manage ”, dengan tetap
mendorong mekanisme check and balance antara Kementerian Keuangan sebagai ( Chief Financial
Officer ) CFO dan Kementerian/Lembaga sebagai ( Chief Operational Officer ) COO. Pengukuran target
output merupakan kewenangan masing-masing Satker berdasarkan metode perhitungan yang sudah
ditentukan oleh instansi vertikal maupun oleh Satker sendiri. Dalam rangka keselarasan data, Satker

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 10

dapat berkoordinasi dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan unit vertikal, sebagai contoh dengan
biro perencanaan/keuangan terkait dengan pengukuran target output (RO).

Sebagaimana perhitungan capaian output, perhitungan proyeksi target output (RO) pada prinsipnya
merupakan kewenangan Satker dalam hal ini PPK, dengan tetap memperhatikan stardardisasi yang
dimiliki masing-masing K/L, kewajaran data dan informasi yang memadai. Akan tetapi, dalam hal
Satker/K/L belum memiliki metode perhitungan/standardisasi tertentu, maka perhitungan proyeksi
target output dapat mengacu pada beberapa contoh dalam juknis ini. Namun, dimungkinan akan ada
berbagai variasi output yang belum terakomodasi perhitungannya dalam juknis ini.

Dalam pelaksanaannya, sistem akan memastikan perhitungan target secara akumulatif yang telah
disusun satker sama dengan target RO dalam DIPA. Oleh karena itu, secara default angka TRVRO
akumulatif pada bulan Desember akan diatur maksimal sama dengan target RO dalam DIPA. Namun,
dimungkinkan target RO dalam DIPA ditentukan sebelum bulan Desember, terutama untuk RO
dengan jenis polarisasi waktu efficiency . RO jenis tersebut, secara akumulatif TRVRO dapat ditentukan
sama dengan target RO dalam DIPA pada tahun anggaran berjalan sebelum bulan Desember. Oleh
karena itu, setelah secara akumulatif TRVRO sama dengan target RO dalam DIPA, pengisian bulan
selanjutnya dapat diisi dengan angka 0.

VIII.1.1. RO Dukungan Manajemen Target 1 Layanan

RO yang terdapat pada program Dukungan Manajemen (Program WA) dengan target dan satuan 1
Layanan merupakan jenis RO yang bersifat statis atau tidak memerlukan serangkaian
aktivitas/tahapan tertentu untuk mencapai RO. RO jenis ini didesain dengan target yang statis,
sehingga capaian dari RO jenis ini tidak dimungkinkan melebihi target dalam DIPA.

Gambar 8. Proyeksi Target RO Dukungan Manajemen Target 1 Layanan

Layanan atau manfaat dari layanan diberikan secara konstan setiap bulannya/bersifat berulang. Oleh
karena itu, penentuan TPCRO dapat dibagi secara pro rata dalam dua belas bulan layanan. Adapun
penentuan TRVRO dapat ditargetkan di akhir periode pelaporan.

VIII.1.2. RO Dukungan Manajemen Target 12 Layanan

RO dengan target dan satuan 12 layanan merupakan jenis RO yang memiliki kemiripan dengan RO
yang memiliki target dan satuan 1 layanan. Layanan atau manfaat dari layanan diberikan secara
konstan setiap bulannya/bersifat berulang. Hal yang membedakan adalah target dalam DIPA didesain
sejumlah bulan dalam satu tahun anggaran. Oleh karena itu, secara umum untuk perhitungan RO
dengan target dan satuan 12 layanan dapat dilakukan pembagian secara pro rata untuk TRVRO dan
TPCRO.

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 11


Gambar 9. Proyeksi Target RO yang Memiliki Target 12 Layanan

VIII.1.3. RO Penyaluran Bantuan Sosial

Secara umum, RO penyaluran bantuan sosial dilakukan secara periodik/tahapan tergantung pada
juknis penyaluran masing-masing bantuan sosial. Penyaluran dapat dilakukan secara bulanan,
triwulanan, caturwulan, semesteran, atau tahunan. Berdasarkan kondisi tersebut, penentuan target
dapat mengacu pada jadwal yang telah ditetapkan dalam juknis. Penentuan TPCRO RO penyaluran
bantuan sosial memiliki kemiripan dengan RO statis, karena TPCRO dapat dibagi secara proporsional
sesuai periodesasi penyaluran bantuan sosial. Adapun untuk TRVRO, umumnya seluruh penerima
manfaat akan memperoleh manfaat sejak penyaluran pertama, sehingga dapat ditentukan
seluruhnya di awal/pada saat penyaluran tahap pertama. Sebagai contoh penyaluran dana bantuan
sosial berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dilakukan secara triwulanan untuk sepuluh juta
Keluarga Penerima Manfaat.

Gambar 10. Proyeksi Target RO Penyaluran Bantuan Sosial Berupa PKH

VIII.1.4. RO yang Memerlukan Serangkaian Tahapan

Sebagian RO tidak statis, tetapi memerlukan rangkaian tahapan/aktivitas untuk mencapai target
output yang telah ditetapkan dalam DIPA. Satker dapat mem- breakdown tahapan atau aktivitas yang
dilaksanakan dalam rangka mencapai output tersebut. Dalam dokumen RKA-K/L, tahapan tersebut
dapat diidentifikasi di level komponen dan/atau subkomponen.

Gambar 11. Contoh RO Tahapan/Memerlukan Serangkaian Aktivitas Tahapan

untuk Mencapai Target RO

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 12


Subkomponen dapat menjadi basis penentuan TPCRO. Sebagai contoh, terdapat RO berupa
penyusunan draft kebijakan percepatan peningkatan nilai tambah batubara pada salah satu
kementerian negara dengan rincian sebagaimana Gambar 13.

Satker mem- breakdown tahapan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan dalam level
subkomponen menjadi tahapan persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Penentuan TPCRO masingmasing tahapan dapat dilakukan secara proporsional dari pagu masing-masing subkomponen
terhadap total pagu RO atau pengukuran lain berdasarkan penilaian PPK.

Gambar 12. Proyeksi Target RO yang Memerlukan Serangkaian Tahapan

Masing-masing tahapan dapat dilakukan pada satu bulan atau lebih sehingga dapat di- breakdown
lebih dari satu bulan tergantung penyelesaian masing-masing tahapan. Adapun TRVRO dapat
ditentukan tercapai ketika pelaporan selesai dilakukan. Contoh lain dari RO jenis ini adalah RO
konstruksi berupa pembangunan gedung dengan target satu bangunan, pembangunan jalan,
jembatan, dan sebagainya.

VIII.1.5. RO yang Dihitung Secara Proporsional

Penentuan target beberapa RO yang tidak statis, selain ditentukan berdasarkan tahapan, dapat
dihitung langsung dengan membagi RVRO dengan target RO. TPCRO dihitung dengan membagi secara
proporsional RVRO terhadap target RO dalam DIPA. Sementara TRVRO ditentukan sebesar proyeksi
pencapaian RVRO. Sebagai contoh RO berupa pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan target
sebanyak 5.500 orang. TRVRO ditentukan berdasarkan jadwal pelaksanaan diklat, sementara TPCRO
dihitung secara proporsional atas capaian peserta diklat terhadap target peserta diklat dalam DIPA.

Gambar 13. Proyeksi Target RO yang Dihitung Secara Proporsional

Contoh lain dari RO ini dapat berupa pemasangan lampu penerangan jalan umum tenaga surya,
penerbitan izin, pengujian sampel, layanan kesehatan hewan, dan lain sebagainya.

VIII.1.6. RO dengan Polarisasi Minimize

Beberapa RO bersifat tidak dapat diprediksi karena memerlukan trigger tertentu agar kegiatan dapat
dilakukan. Umumnya RO yang terdapat dalam jenis ini bersifat negatif, sehingga tidak diharapkan
terjadi seperti bencana atau perkara. Sejalan dengan tidak dapat diprediksinya bencana atau perkara,

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 13


maka penentuan TPCRO dan TRVRO dapat dilakukan di akhir tahun anggaran. Satker dapat bertindak
wait and see, tetapi dalam hal terjadi suatu trigger atas RO dimaksud, satker dapat memanfaatkan
periode pemutakhiran proyeksi target output. Sebagai contoh RO berupa pengelolaan dana bantuan
kedaruratan dengan target 42.468 paket.

Gambar 14. Proyeksi Target RO dengan Polarisasi Minimize

IX. VALIDASI DATA PROYEKSI TARGET OUTPUT

Proses validasi dilakukan dalam pada dua titik, yaitu pada saat input di menu Target Kinerja Satker
dan Realisasi Kinerja Satker.

IX.1.1. Validasi Menu Target Kinerja Satker

Aplikasi SAKTI akan melakukan validasi untuk mengantisipasi kesalahan pada saat User/ Pengguna
menginput Target Kinerja Satker ke aplikasi SAKTI. Validasi berupa penolakan dan/atau peringatan
disertai dengan warning box . Logika validasi yang dilakukan oleh sistem sebagaimana berikut:

Tabel 1. Logika Validasi Pengisian Target Output - Menu Target Kinerja pada Aplikasi SAKTI

No. Kondisi Validasi Action Validasi
1. Nilai TPCRO kumulatf (s.d.
bulan Des)≠ 100%.
Input ditolak
Warning box:
Nilai Total TPCRO tdak sama
dengan 100 persen.
Validasi 1 - Simpan
2. Nilai TRVRO kumulatf (s.d.
bulan Des)≠ target output
(RO) dalam DIPA.
Input ditolak
Warning box:
Nilai Total TRVRO tdak sama
dengan target volume tahunan.
Validasi 1 - Simpan
3. Terdapat RO yang belum
dilakukan
perekaman
_assesment_RO
Input ditolak
Warning box:
xx.xxxx.xxx.xxx
(P/K/KRO/RO)
mengalami
perubahan
satuan/merupakan RO baru, UE I
belum melakukan pemutakhiran
Assesment RO.
Validasi 1 - Simpan
4. Data sudah valid Notfkasi: Validasi 1 - Simpan

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 14

No. Kondisi Validasi Action Validasi
Data target kinerja satker berhasil
tersimpan.
5. Terdapat RO yang belum
terisi pada saat prosesKirim
Data Target Kinerja Satker
Input ditolak
Notfkasi Gagal Kirim:
Target Kinerja RO ini belum
direkam (Kode Prog/Kode Keg/
Kode KRO/Kode RO) .
Validasi 2 - Kirim
6. Data kiriman target belum
ter-postng di OMSPAN
Input ditolak
Notfkasi Gagal Kirim:
Data
target
capaian
output
nomor kirim xx belum diproses
oleh OMSPAN. Mohon menunggu
periode
proses
OMSPAN
berikutnya (pukul 06, 12, 18, dan
24).
Validasi 2 - Kirim

IX.1.2. Validasi Menu Realisasi Kinerja Satker

Aplikasi SAKTI akan melakukan validasi untuk mengantisipasi kesalahan pada saat User/ Pengguna
menginput Realisasi Kinerja Satker ke aplikasi SAKTI. Validasi berupa penolakan dan/atau peringatan
disertai dengan warning box . Logika validasi yang dilakukan oleh sistem sebagaimana berikut:

Tabel 2. Logika Validasi Pengisian Capaian Output - Menu Realisasi Kinerja pada Aplikasi SAKTI

No. Kondisi Validasi Action Validasi
1. Jika PCRO kumulatf nilainya lebih
besar daripada 100%
Input Ditolak
Warning Box:
Isian data tdak valid. PCRO tdak
boleh melebihi 100%.
Validasi 3 - Simpan
2. Jika RVRO kumulatf nilainya
melebihi target RO untuk Jenis RO
Dinamis
Input diterima
Warning Box:
Realisasi Volume RO telah melebihi
Target Rincian Output, apakah
anda yakin?
Validasi 3 - Simpan
3. Jika RVRO kumulatf nilainya
melebihi target RO untuk Jenis RO
Stats
Input ditolak
Warning Box:
Capaian tdak boleh melebihi
target RO Dalam DIPA.
Validasi 3 - Simpan

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 15

No. Kondisi Validasi Action Validasi
4. Jika_feld_ KETERANGAN kosong
(tanpa isian karakter teks atau
angka)
Input Ditolak
Warning Box: Isian data tdak valid.
Kolom Keterangan harus diisi.
Validasi 3 - Simpan
5. Jika GAP >20% untuk RO Non PN,
dan GAP >5% untuk RO PN
Input Diterima
Warning Box:
Gap
Progres
Kinerja
dengan
Persentase Realisasi terlalu tnggi
(Capaian Kinerja Terlalu Tinggi).
Apakah anda yakin dengan isian
datanya?
Validasi 3 - Simpan
6. Jika GAP <-20% untuk RO Non PN,
dan GAP <-5%untuk RO PN
Input Diterima
Warning Box:
Gap Persentase Realisasi dengan
Progres
Kinerja
terlalu
tnggi
(Capaian Kinerja Terlalu Rendah)
Apakah anda yakin dengan isian
datanya?
Validasi 3 – Simpan
7. Jika terdapat RO pada menu
Target Kinerja Satker yang belum
terisi (TPCRO/TRVRO) atau belum
diubah
sesuai
target
pada
DIPA/DIPA Revisi yang berlaku
Input Ditolak
Warning Box:
Target RO (Prog.Keg.KRO. RO)
belum
diisi
dengan
lengkap.
Mohon dapat merekam target
kinerja pada menu RUH→ Target
Kinerja Satker.
Validasi 4 - Kirim
8. Jika terdapat RO yang belum terisi
dan_User/_pengguna operator PPK
Umum melakukan proses KIRIM
data
Input Ditolak
Warning Box:
Terdapat RO yang belum diisi (Kode
Prog/Kode Keg/Kode KRO/Kode
RO)
Validasi 4 - Kirim
9. Jika terdapat RO dengan anomali
kuanttatf, Referensi Keterangan
belum dipilih
Input Ditolak
Warning Box:
Referensi
Keterangan
belum
dipilih.
Validasi 4 - Kirim
10. Terdapat isian RVRO, tetapi PCRO
diisi 0%.
Input Ditolak
Warning Box:
Anomali Mutlak, data capaian
kinerja tdak dapat disimpan.
Validasi 4 - Kirim

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 16

No. Kondisi Validasi Action Validasi
11. Terdapat
RO
yang
belum
dilakukan perekaman_assesment_
RO
Input Ditolak
Warning Box:
xxx.xx.xx.xxxx.xxx.xxx-xxxx
(BA.ESI.P.K.KRO.RO-Tahun) Belum
dilakukan_Assesment_ oleh Unit
Eselon I Kementerian Anda
Validasi 4 - Kirim
12. RVRO diisi minus hingga RVRO
kumulatf <0
Input Ditolak
Warning Box:
Isian data tdak valid, Realisasi
Volume RO Kumulatf Harus lebih
besar dari 0
Validasi 4 - Kirim
13. Kirim Data Setap
kali
user/penggguna
operator PPK Umum melakukan
KIRIM data, maka akan dilakukan
validasi ulang (validasi nomor 1-12)
untuk
seluruh
RO.
Notfkasi:
Capaian kinerja pada periode xxx
berhasil dikirim ke OMSPAN.
Validasi 4 - Kirim

X. PETUNJUK PENGISIAN PROYEKSI TARGET OUTPUT SATKER K/L– APLIKASI SAKTI

  1. Login (sakt.kemenkeu.go.id)

Masuk dengan user Operator Komitmen.

  1. Menu Target Kinerja Satker

a. Pilih menu RUH → Target Kinerja Satker
b. Layar akan menampilkan tabel dengan penjelasan sebagai berikut:

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 17


1) Parameter data: menampilkan parameter Program/Kegiatan/KRO/RO. User /Pengguna dapat

memilih parameter tertentu untuk menampilkan data RO pada grid data.
2) Informasi status DIPA/Revisi DIPA: menampilkan informasi mengenai status DIPA/Revisi DIPA

paling mutakhir pada saat perekaman data proyeksi target output serta tanggal posting
DIPA/Revisi DIPA tersebut pada sistem.
3) Form input: Menampilkan field data yang digunakan untuk perekaman/pengisian TPCRO dan

TRVRO non kumulatif.

4) Grid data : Menampilkan informasi mengenai volume target dalam DIPA, satuan, Polarisasi

Capaian, Polarisasi Waktu, Jenis RO, Cara Pelaporan, TPCRO dan TRVRO kumulatif, TPCRO dan
TRVRO non kumulatif, Tanggal Simpan, Tanggal Kirim, Tanggal Flag OMSPAN, Nomor Kirim,
User Penyimpan, dan User Pengirim.

a) Grid Data Target Kinerja Satker secara default akan menampilkan Data TPCRO dan TRVRO

Non Kumulatif. Satker dapat memilih tampilan Grid Data yang diinginkan dengan mengklik
pilihan tampilan yang tersedia (Data Akumulatif, TPCRO, dan/atau TRVRO). Fitur Data

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 18


Akumulatf digunakan untuk menampilkan data TPCRO dan TRVRO Kumulatif (sampai
bulan berkenaan).

  - Tampilan Data TPCRO dan TRVRO Kumulatf


  - Tampilan Data TRVRO Non Kumulatf


  - Tampilan Data TRVRO Kumulatf


  - Tampilan Data TPCRO Non Kumulatf


  - Tampilan Data TPCRO Kumulatf

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 19


b) Kolom Tanggal Simpan berisi tanggal Simpan Data Target Kinerja per RO yang telah direkam

dan disimpan.
c) Kolom Tanggal Kirim berisi tanggal Simpan Data Target Kinerja yang telah dikirim ke

OMSPAN.
d) Kolom Tanggal Flag OMSPAN berisi tanggal posting Data Target Kinerja di OMSPAN.
e) Kolom Nomor Kirim berisi nomor kiriman Data Target Kinerja yang telah dikirim ke

OMSPAN.
f) Kolom User Penyimpan berisi user/operator SAKTI yang melakukan perekaman dan

penyimpanan Data Target Kinerja per RO.
g) Kolom User Pengirim berisi user/operator SAKTI yang melakukan pengiriman Data Target

Kinerja ke OMSPAN.
5) Tombol action : menampilkan tombol untuk merekam, menyimpan, dan mengubah data

proyeksi target output, sinkronisasi data, pengisian target secara otomatis, mencetak laporan
kinerja, serta menggunakan fitur Dispensasi.

Pentng

  1. Memilih Parameter dan RO yang akan direkam

a. User dapat memilih Program/Kegiatan/KRO/RO yang diinginkan pada Parameter Data

  • Klik tombol Program, lalu pilih program yang tersedia.

  • Klik tombol Kegiatan, lalu pilih kegiatan yang tersedia.

  • Klik tombol Klasifikasi Rincian Output, kemudian pilih KRO.

  • Klik tombol Rincian Output, kemudian pilih RO yang akan direkam datanya.

Pada pemilihan parameter tidak terdapat pemilihan periode, sistem akan mendeteksi periode
yang aktif berdasarkan periodesasi batas input dan kirim data serta jika terdapat perubahan jumlah
RO dan/atau terdapat RO yang mengalami perubahan volume target. Parameter dipilih secara
sekuensial mulai dari level yang lebih tinggi (program) ke level paling rendah (RO).

b. User juga dapat langsung memilih data RO yang terdapat pada Grid Data Target Kinerja Satker

untuk memilih Rincian Output yang hendak direkam datanya.

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 20

  1. Mengisi/Merekam dan Mengubah Data Proyeksi Target Output

a. Setelah memilih RO, klik tombol Ubah untuk mengisi data TPCRO dan TRVRO. Tombol Ubah juga

digunakan apabila ingin mengubah isian TPCRO/TRVRO yang sudah disimpan.

b. Merekam/mengisi TPCRO dan TRVRO pada kolom  setiap bulan secara non kumulatf . Adapun

kolom ∑ akan menampilkan angka TPCRO dan TRVRO kumulatif (dikunci dan dihitung otomatis
oleh sistem).

c. Satker dapat memanfaatkan fitur Isi Otomatis untuk merekam/mengisi TPCRO dan TRVRO untuk

Program Dukungan Manajemen dengan target dan satuan berupa 1 Layanan.

d. Setelah selesai melakukan perekaman/pengisian, tekan tombol Simpan. Apabila pengisian data

berhasil, maka baris RO pada Grid Data Target Kinerja Satker akan terisi.

e. Tombol Reset dapat digunakan apabila user ingin membersihkan filter Parameter yang telah ada.

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 21


f. Tombol Refresh dapat digunakan apabila user ingin mengambil ulang data RO dengan filter

Parameter yang telah ada.

g. Apabila seluruh RO telah diisi, Operator dapat mengirim data proyeksi target output dengan

menekan tombol KIRIM. Akan muncul notifikasi konfirmasi pengiriman data. Tekan tombol YA
untuk melanjutkan proses.

Data Target/Proyeksi Capaian Output yang telah dikirim akan muncul secara otomatis pada menu
Realisasi Kinerja Satker.

  1. Fitur Dispensasi, Unduh Data, dan Sinkron Data Proyeksi Target Output

a) Tombol Dispensasi digunakan untuk mengaktifkan perekeman/pengisian RO baru dan/atau RO

yang mengalami perubahan volume target output yang disebabkan Revisi DIPA. Dispensasi secara
mandiri dapat dilakukan dengan Langkah-langkah sebagai berikut:

1) Klik tombol Dispensasi

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 22


akan muncul tampilan daftar RO yang mendapatkan Dispensasi dan harus disesuaikan targetnya
oleh operator.

2) Klik RO pada Grid Data Target Kinerja Satker yang akan diubah, lalu klik tombol Ubah untuk

mengisi/mengubah isian data TPCRO dan TRVRO pada kolom  secara non kumulatf . Adapun
kolom ∑ akan menampilkan angka TPCRO dan TRVRO kumulatif (dikunci dan dihitung otomatis
oleh sistem).

3) Setelah selesai melakukan perekaman/pengisian, klik tombol Simpan . Apabila pengisian data

berhasil, maka baris RO pada Grid Data Target Kinerja Satker akan terisi sesuai isian TPCRO dan
TRVRO terbaru.

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 23


4) Apabila seluruh RO yang harus disesuaikan targetnya telah diisi/diubah, Operator dapat

mengirim data proyeksi target output dengan menekan tombol KIRIM. Akan muncul notifikasi
konfirmasi pengiriman data. Tekan tombol YA untuk melanjutkan proses.

Pentng

b) Tombol Unduh digunakan untuk mencetak laporan data proyeksi target output dalam ekstensi .xls

dan .pdf.

c) Tombol Sinkron Data digunakan untuk menyinkronkan data target/proyeksi di aplikasi SAKTI

dengan data yang terdapat pada Aplikasi OMSPAN. Dimungkinkan terdapat perbedaan apabila
terdapat data target/proyeksi yang telah di UBAH dan SIMPAN namun belum di KIRIM oleh
Operator pada periode pemutakhiran reguler.

XI. MONITORING KIRIMAN DATA TARGET CAPAIAN OUTPUT OMSPAN

Monitoring Kiriman Data pada MonevPA OMSPAN bertujuan agar Satker/K/L/KPPN/Kanwil DJPb
maupun Direktorat PA dapat melakukan monitoring atas pengisian dan pengiriman data
target/proyeksi output yang diisi oleh Satker pada aplikasi SAKTI.

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 24


Monitoring Kiriman Target - Histori Pengiriman Data ( user Satker)

a. Untuk melihat history pengiriman data, pilih menu Konfirmasi Capaian Output → Monitoring

Kiriman Target.

b. Isikan parameter Kode Satker (opsional) lalu klik KIRIM.

c. Layar akan menampilkan tabel sebagai berikut

Keterangan:

1) Informasi Kode KL/Eselon I/Satker/Nama Satker/dan Kode KPPN.

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 25


2) TANGGAL KIRIM SAKTI: Tanggal pengiriman data target/proyeksi output dari Aplikasi SAKTI.
3) KIRIM KE-: Frekuensi pengiriman data target/proyeksi output dari Aplikasi SAKTI.
4) JUMLAH DATA: Jumlah baris data (RO) yang dilaporkan dari Aplikasi SAKTI.
5) DATA TARGET PROYEKSI: Tombol untuk menampilkan Detail Monitoring Kiriman Target/Proyeksi

Output.
d. Apabila user meng-klik ‘detail’ pada kolom DATA TARGET PROYEKSI, akan menampilkan detail

monitoring kiriman target/proyeksi output sebagai berikut.

Keterangan:

  1. BULAN: Informasi periode pelaporan target/proyeksi output.
  2. Informasi Kode KL/Eselon I/Satker/Nama Satker/ Kode Program/Kode Kegiatan/Kode KRO/Kode

RO/dan Uraian RO.
3. TARGET dan SATUAN: Volume/Target RO dan Satuan RO sesuai DIPA Awal/DIPA Revisi.
4. Data Kiriman Target/Proyeksi Output dari SAKTI:

- TARGET PCRO: menunjukkan TPCRO Kumulatf (sampai dengan bulan berkenaan).

- TARGET RVRO: menunjukkan TRVRO Kumulatf (sampai dengan bulan berkenaan).

- Jenis RO: Terdapat dua jenis RO, yaitu polarisasi Stats dan Dinamis .

- Cara Pelaporan: Terdapat tiga cara pelaporan capaian RO, yaitu Tahapan, Otomats, dan

Periodik .

- Polarisasi Capaian: Terdapat dua alternatif dalam polarisasi capaian, yaitu polarisasi

Maximize dan polarisasi Minimize .

- Polarisasi Waktu: Terdapat dua alternatif dalam polarisasi waktu, yaitu polarisasi _Stabilized_

dan polarisasi Time Efciency.
Selain pada user Satker, Fitur Monitoring Kiriman Target juga tersedia pada user KPPN/Kanwil
DJPb/Eselon I/KL/hingga level Nasional sesuai dengan kewenangan masing-masing sebagai berikut:

a. Pada user /level Satker, data monitoring yang muncul adalah data pengiriman target oleh Satker

tersebut.

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 26


b. Pada user /level KPPN, data monitoring yang muncul adalah data pengiriman target oleh seluruh

Satker yang berada pada wilayah kerja KPPN tersebut.
c. Pada user /level Kanwil DJPb, data monitoring yang muncul adalah data pengiriman target oleh

seluruh Satker yang berada pada wilayah kerja Kanwil DJPb tersebut.
d. Pada user /level Eselon I, data monitoring yang muncul adalah data pengiriman target oleh seluruh

Satker yang berada pada lingkup Eselon I tersebut.
e. Pada user /level K/L, data monitoring yang muncul adalah data pengiriman target oleh seluruh

Satker yang berada pada lingkup K/L tersebut.
f. Pada user /level Direktorat PA, data monitoring yang muncul adalah data pengiriman target oleh

seluruh Satker (nasional).

Pentng

Petunjuk Teknis Proyeksi Target Output Pada Aplikasi SAKTI dan OMSPAN 27

;

1


Teks OCR dari Halaman Berbasis Gambar

[Teks OCR Halaman 33]

KEMENTERIAN KEUANGAN RI
DITJEN PERBENDAHARAA\