Blog.

Tugas Tutorial Teori Akuntansi

Posted underUncategorized
Tugas Tutorial Teori Akuntansi test af
  1. Jelaskan fakta-fakta sejarah yang menunjukkan bahwa sistem pencatatan telah ada dalam berbagai dekade peradaban yang dimulai sejak kurang lebih tahun 3000 SM!

Jawab:

fakta-fakta sejarah yang menunjukkan bahwa sistem pencatatan telah ada dalam berbagai dekade peradaban yang dimulai sejak kurang lebih tahun 3000 SM

  1. Pada Zaman peradapan Kaldea-Babilonia, Asiria dan Samaria yang merupakan pembentuk system pemerintahan pertama di dunia, pembentuk system Bahasa tulisan tertua, dan pembuat catatan usaha tertua
  2. Peradaban Mesir, di mana para penulis membentuk poros tempat berputarnya seluruh mesin keuangan dan departemen 3
  3. Peradaban Cina, dengan akuntansi pemerintahan yang memainkan peran kunci dan canggih selama Dinasti Chao (1122-256 SM)
  4. Peradaban Yunani, dimasa Zenon manajer Estat Applolonius memperkenalkan system akuntansi pertanggungjawaban yang luas pada Teori akuntansi tahun 256 SM
  5. Peradaban Roma, dengan hukum yang menentukan bahwa pembayar pajak harus membuat laporan posisi keuangan dan dnegan hak sipil uang etrgantung pada tingkat kekayaan yang dinayatakan warga negara

Sumber : EKSI4415/ MODUL 1 1.3

2. Dalam teori akuntansi, dikenal teori semantik dan sintaktik. Jelaskan mengenai kritik yang dikemukakan oleh para ahli mengenai pendekatan teori sintaktik!

Jawab:

Teori sintatik berusaha menjelaskan praktik akuntansi dan memprediksi bagaimana akuntan akan bereaksi pada situasi tertentu atau bagaimana mereka melaporkan peristiwa

tertentu.Teori ini meliputi hubungan antara unsur unsur yang membentuk struktur laporan keuangan atau struktur akuntansu dalam suatu Negara yaitu manajemen, entitas pelapor, pemakai informasi, system akuntansi, dan pedoman penyusunan laporan.

Mengenai pendekatan teori sintaktik, para ahli mengkritisi dan berpendapat bahwa salah satu teori sintaktik adalah biaya historis tradisional. Interpretasi dari teori tersebut dalam teori semantic bahwa yang dimaksud dengan input dari system adalah transaksi dan pertukaran yang dicatat ke dalam voucher, jurnal dan buku besar perusahaan. Pencatatan ini kemudian dimanupulasi baik dibatasi mauoun disimpulkan atas dasar tempat dan asumsi teori biaya historis. Sebagai contoh, diasumsikan inflasi tidak dicatat dan nilai pasar dari asset dan kewajiban diabaikan.Kemudian digunakan system akuntansi pencatatan double entry dan prinsip prinsip biaya historis dalam rangka menghitung untung rugi dan posisi keuangan perusahaan. Dalil dalil tunggak kemudian diverifikasi setiap kali laporan keuangan diaudit dengan cara mencek penghitungan dan manipulasi yang dilakukan. Namun demikian, para akuntan jarang diaudit mengenai bagaiamna orang-orang menggunakan jasa mereka atau mengenai apa yang mereka maksudkan. Dengan cara ini teori biaya historis dikonfirmasi.

Teori ini hanya mengandung isi semantic sebagai bagian dri input. Tidak ada suatu kegiatan nyata untuk membuktikan suatu hasil dari perhitungan, misalnya laba atau total asset. Angka-angka ini ytidak diamati dan sekedar sebagai penjumlahan dari keseimbangan neraca. SEmentara itu proses audit hanyalah sebagai perhitungan kembali. Proses audit memverifikasi input atas dasar pengujian dokumen dan pencekkan kalkulasi matematis. Namun demikian proses audi tidak memverivikasi hasil akhir. Ini berarti bahwa meskipun laporan akuntansi disiapkan sedemikain rupa dengan menggunakan sintaksis atau kalimat yang sempurna namun dalam prakteknya mengandung arti yang kecil.

Sumber :

EKSI4415/MODUL 2 2.5

Tugas Tutorial Teori Akuntansi

3. Di dalam fondasi awal pencarian prinsip akuntansi, dikenal enam postulat yang kemudian dikemukakan kritiknya oleh Paton (1922) dalam disertasinya yang berjudul ā€œAccounting Theoryā€. Jelaskan enam postulat tersebut beserta kekurangan- kekurangannya menurut Paton (1922)!

Jawab:

Enam postulat tersebut beserta kekurangan-kekurangannya menurut Paton (1922) sebagai berikut

  1. Keberadaan dari satuan usaha yang terpisah . Diasumsikan secara universal meskipun dalam kenyataanny ahanya merupakan kata kiasan
  2. Kelangsungan hidup satuan usahan ini. Asumsi perusahaan bersinambung umumnya merupakan salah satu keleluasaan.
  3. Persamaan neraca. Persamaan terjadi hanya karena kita mengisi perbedaan apapun yang mungkin ada dengan meneyesuaikan perkiraan modul pemilik
  4. Postulat moneter. INi merupakan asumsi yang tidak berdasar abhwa suatu laporan aktiva dan utang dalam dolar dan sen adalah suatu gambaran menyeluruh dan kondisi keuangan badan usaha itu pada tanggal laporan
  5. Postulat biaya. Ini adalah asumsi yang juga tidak berdasar bahwa biaya memberikan nilau yang sebenarnya untuk tujuan laporan awal.
  6. Postulat pengakuan laba. Ini mengasumsikan bahwa pendapatan bersih atau laba tiba-tiba muncul sepenuhnya pada beberapa kejadian khusus dan umumnya dari penjualan yang jelas tidak benar.

4. Dalam konsep pengukuran aktiva, dikenal pendekatan biaya masa depan untuk melaporkan posisi keuangan agar relevan dengan arus kas yang dilaporkan. Jelaskan relevansi biaya masa depan bagi berbagai pihak yang membutuhkan informasi akuntansi, seperti kreditor, pemegang ekuitas, dan manajer!

Jawab:

Relevansi biaya masa depan bagi berbagai pihak yang membutuhkan informasi akuntansi, seperti kreditor, pemegang ekuitas, dan manajer dijelaskan sebagai berikut:

  • Relevansi bagi Kreditor.

Kreditor juga berkepentingan dalam arus kas masa depan, khususnya yang tersedia bila perusahaan mendekati kebangkrutan. Salah satu tujuan utama neraca adalah menyajikan informasi keuangan kepada kreditor, Karena tidak ada informasi yang andal, kreditor harus banyak mengandalkan diri pada setiap indikasi mengenai keamanan pinjaman. Nilai likuidasi dianggap lebih penting daripada konsep-konsep penilaian lainnya dan doktrin konservatisme menanamkan pengaruh yang kuat dalam pelaporan, tetapi jika probabilitas kelangsungan badan usaha baik, nilai keluaran masa berjalan mungkin lebih penting dari nilai likuiditas sebagai evaluasi badan usaha itu oleh kreditor.

  • Relevansi Bagi Pemegang Ekuitas.

Menurut konsep-konsep akuntansi tradisional, model yang diinvestasikan dalam suatu perusahaan sama besar dengan penilaian aktiva bersih badan usaha itu. Angka ini tidak dapat menunjukkan nilai perusahaan sebagai satu kesatuan bagi para pemegang ekuitas, tetapi mungkin saja laporan akuntansi bisa memberi pemegang ekuitas itu informasi tertentu tentang hak dan risiko relatif mereka,

  • Relevansi Bagi Manajer.

Untuk tujuan manajerial, proses penilaian haruslah menghasilkan informasi yang relevan dengan pengambilan keputusan operasi, tetapi manajemen harus terus-menerus mengambil keputusan yang menentukan pelaksanaan tindakan di masa depan, Oleh karena itu, manajemen mempunyai kebutuhan yang lebih besar akan informasi nilai-nilai yang timbul dari pelaksanaan berbagai tindakan,

Sumber: EKMA4415/MODUL 4 KB 2 hal 4.21

Tugas Tutorial Teori Akuntansi Lengkap

5. Dalam memahami konsep laba, kita mengenal adanya perbedaan pandangan berbagai pihak mengenai laba itu sendiri, seperti laba menurut ilmu ekonomi, laba menurut pajak, laba menurut akuntansi, dan laba menurut perhitungan zakat. Jelaskan alasan mengapa terjadi perbedaan-perbedaan pandangan mengenai laba tersebut!

Jawab:

Dalam memahami konsep laba, terdapat perbedaan pandangan mengenai laba itu sendiri, seperti laba menurut ilmu ekonomi, laba menurut pajak, laba menurut akuntansi, dan laba menurut perhitungan zakat . Perbedaan itu disebabkan karena berbagai alasan antara lain:

  1. benda atau produk dan jasa yang akan dinilai (biaya historis, biaya ganti, biaya realisasi, present value)
  2. unit ukur (bisa unit ukur uang atau ukuran kemampuan tenaga beli). Berdasarkan perbedaan pandangan dan alasan di atas muncullah berbagai polemik atau perbedaan persepsi tentang laba ini. Sofyan Harahap (2010) berpendapat mengenai perbedaan persepsi tentang konsep laba diantaranya adalah mengenai:
    1. Agio sebagai laba
      Agio muncul dari perbedaan harga jual saham dengan harga nominal yang telah dibayar investor. Tentu setelah mempertimbangkan secara rasional bahwa ia mau membeli saham tersebut. Membagikan keuntungan mempunyai arti bahwa yang dibagi adalah untung (laba) bukan yang lain. Dan bagian tersebut diberikan berupa kas, saham, atau aktiva jenis lainnya.
    2. Agio harus dicantumkan secara terpisah karena agio bukan modal saham. Pencantuman agio saham secara terpisah dari perkiraan modal saham setiap pos yang dipisahkan dari modal otomatis dianggap sebagai laba. Pemisahan itu ditujukan untuk melaksanakan prinsip full disclosure. Agio saham merupakan unsur modal setor (paid in capital) yang terdiri dari modal saham nominal ditambah dengan agio saham tadi. Informasi tentang nilai nominal itu sangat perlu bagi investor dan analis.
    3. Agio boleh dibagikan sebagai dividen dari agio saham. Pembagian dividen ini didasarkan pada laba, baik laba ditahan maupun laba tahun berjalan.
    4. Agio boleh langsung dikantongi emiten
      Agio bisa langsung dikantongi emiten adalah benar, namun jika karena dikantongi lalu dianggap sebagai laba, ini alasan yang sangat absurd karena laba tidak sama dengan “penerimaan kas

Sumber: EKMA4415/MODUL 5 KB 1 hal 5.4-5.5

6. Beban dan kerugian adalah dua hal yang berbeda. Jelaskan menurut Anda, apakah perbedaan yang mendasar antara beban dan kerugian!

Jawab:

Beban terjadi ketika barang dan jasa dikonsumsi atau digunakan dalam proses perolehan pendapatan. Waktu atau pelaporan beban dilakukan dengan mencatat kegiatan ini dalam akun atau menyertakannya dalam laporan keuangan. Pelaporan beban bersamaan dengan penggunaan barang dan jasa atau bisa mengikuti kegiatan atau juga dalam keadaan tertentu bisa mendahului kegiatan. Beban mencakup baik kerugian maupun beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa. Beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa meliputi, misalnya beban pokok penjualan, gaji, dan penyusutan. Beban tersebut biasanya berbentuk arus ke luar atau berkurangnya aktiva, seperti kas (dan setara kas), persediaan, dan aktiva tetap

Kerugian adalah perbedaan yang terjadi antara Pendapatan dan Beban . Dimana beban yang terjadi melebihi pendapatan yang diterima. Sehingga beban sangat terkait dengan pendapatan. Menurut FASB beban berhubungan dengan operasi utama perusahaan, sedangkan kerugian berasal dari kejadian yang insidental bagi operasi perusahaan. Oleh karena itu, kerugian harus dibatasi pada arti pemakaian atau penghapusan biaya yang tidak berhubungan dengan pendapatan dari suatu periode. Beban diukur secara umum dengan biaya historis. Pengukuran sekarang dan biaya kesempatan dari ekivalen kas masa kini. Beban diakui ketika produk atau jasa dikonsumsi atau digunakan dalam proses perolehan pendapatan, dan dilaporkan bersama, mengikuti atau mendahului penggunaan barang atau jasa tersebut

Sumber : Sumber: EKMA4415/MODUL 5 KB 2 hal 5.33-5.37

7. Dalam menerapkan teori untuk menyusun regulasi akuntansi, pastinya dipengaruhi oleh banyak hal yang dapat dirumuskan ke dalam beberapa teori yang relevan, salah satunya teori keagenan. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan teori keagenan, dan bagaimana teori tersebut relevan dalam menjelaskan penerapan teori ke dalam perumusan regulasi akuntansi!

Jawab:

-Teori agensi

Atkinson dan Feltham berpendapat bahwa teori agensi adalah teori yang lebih mempertimbangkan pelayanan atas tuntutan akan sebuah informasi. Teori ini berfokus pada hubungan dimana kesejahteraan pemilik diperayakan kepada agen dalam hal ini manajer. Atkinson dan Feltham menjelaskan bahwa tuntutan akan pelayanan informasi terkait untuk memotivasi agen dan mendistribusikan resiko secara efisien.

Informasi menjadi bernilai jika dapat meningkatkan alokasi sumber daya dan resiko ekonomi, hal ini dapat terjadi jika ketidakpastian dikurangi. Ketidakpastian dalam teori agensi dapat dikelompokkan sebagai ex ante dan ex post.

  1. Ex ante atau sebelum kejadian berlangsung, ketidakpastian muncul pada saat suatu keputusan dibuat, seperti ketidakpastian tentang kejadian yang tidak dapat dikontrol atau ketidakpastian mengenai ketrampilan manajer.
  2. ex post atau setelah kejadian, ketidakpastian muncul setelah suatu keputusan dibuat dan hasilnya direalisasikan.

Ketidakpastian dalam 2 kategori ini sama kecuali ketidakpastian setelah kejadian dapat dikurangi dengan laporan mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Teori agensi berfokus pada dampak laporan setelah kejadian pada ketidakpastian setelah kejadian. Atkinson dan Feltham melihat peranan penetapan standar sebagai salah satu identifikasi situasi dimana peningkatan kesejahteraan akan diperoleh dari kebijakan mengenai pelaporan keuangan yang sudah ditentukan sebelumnya. Peningkatan

kesejahteraan dapat diibaratkan perbandingan seperti ini: Kebijakan A lebih disukai dibandingkan Kebijakan B jika kebijakan A lebih baik dan menghasilkan alokasi sumber daya dan resiko yang lebih efisien. Berdasarkan pandangan ini suatu konsekuensi ekonomi yang dirasakan dari standar akuntansi memainkan peranan penting.

Teori agensi menggambarkan kerangka untuk mempelajari kontrak antara pemilik modal dan agen dan untuk memprediksi konsekuensi ekonomi dari suatu standar. Sebagai contoh, sudah dianggap logis jika kompensasi manajer tergantung dari banyaknya laba yang mereka laporkan. Dalam kondisi seperti ini salah satu jenis hubungan kontraktual adalah hubungan antara pengguna laporan keuangan dan perusahaan. Data keuangan bisa sebagai alternatif pelaporan publik. Jika akuntansi diatur maka mekanisme pasar dapat menghasilkan informasi yang cukup dan mencapai titik ekuilibrium dimana biaya untuk memperoleh informasi setara dengan manfaatnya.

Para pendukung pandangan ini berpendapat bahwa pengungkapan wajib (mandatory disclosures) tidak diperlukan karena kekuatan pasar dapat menghasilkan informasi yang diinginkan. Lebih jauh perusahaan terdorong untuk mengungkapkan informasi secara sukarela (voluntary disclosures) sesuai dengan level tuntutan sebagai perusahaan publik. Regulasi yang berlebihan juga mengakibatkan dampak ‘free-rider, dimana pihak-pihak yang tertarik pada informasi namun tidak mengeluarkan biaya untuk memperoleh informasi tersebut memiliki motivasi yang lebih besar untuk meningkatkan level permintaan,

Lebih jauh kecenderungan pelaporan yang diwajibkan akan berakibat pada informasi yang berlebihan. Bagi pengguna informasi, karena mereka tidak mengeluarkan biaya untuk menghasilkan suatu informasi maka mereka akan menuntut lebih banyak informasi. Bagi badan regulasi seperti IASB ketentuan untuk melaporkan lebih banyak pengungkapan lebih dari informasi yang dibutuhkan akan

berakibat berlebihnya standar

Sumber : Buku Materi Pokok Modul 6, KB 1 6.8-6.9

Tugas Tutorial Teori Akuntansi

8. Aktivitas suatu perusahaan terjadi sepanjang tahun. Ada kalanya terjadi peristiwa- peristiwa penting setelah tanggal laporan keuangan yang mempengaruhi keabsahan atau penafsiran laporan dan keputusan yang dibuat berdasarkan informasi yang disajikan

dalam laporan tersebut. Jika peristiwa yang terjadi atau diketahui setelah tanggal laporan dan sebelum laporan itu selesai, maka informasi ini wajib diungkapkan sebagaimana mestinya di dalam laporan. Jelaskan peristiwa yang bagaimanakah yang harus dilaporkan menurut uraian di atas?

Jawab:

Aktivitas suatu perusahaan terjadi sepanjang tahun. Ada kalanya terjadi peristiwa- peristiwa penting setelah tanggal laporan keuangan yang mempengaruhi keabsahan atau penafsiran laporan dan keputusan yang dibuat berdasarkan informasi yang disajikan dalam laporan tersebut. Jika ada peristiwa yang material terjadi atau diketahui setelah tanggal laporan dan sebelum laporan itu selesai maka wajib diungkapkan sebagaimana mestinya di dalam laporan. Peristiwa itu diantaranya adalah:

  1. Peristiwa yang secara langsung mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan.
  2. Peristiwa yang mengubah secara material kesinambungan keabsahan nilai-nilai neraca atau hubungan di antara pemegang ekuitas atau secara material mempengaruhi kegunaan aktivitas tahun lalu yang dilaporkan sebagai prediksi periode berjalan.

Peristiwa jenis pertama timbul dari tidak cukupnya pengetahuan selama period akuntansi dan menghasilkan perubahan dalam estimasi nilai akibat pengetahuan yang diperoleh setelah tanggal neraca. Jika pengetahuan mengenai informasi jenis ini diperoleh cukup awal, laporan keuangan harus disesuaikan sebagaimana mestinya sebelum diterbitkan. Auditing Standards Boards merekomendasikan bahwa jenis peristiwa ini harus diakui dengan suatu penyesuaian langsung di dalam laporan keuangan bila informasi ini pasti akan dimanfaatkan seandainya sudah tersedia pada tanggal neraca.

Peristiwa dari jenis kedua tidak mempunyai dampak langsung padalaporan keuangan tahun sebelumnya, tetapi kemungkinan mempengaruhisecara materi keputusan yang didasarkan pada laporan ini. Peristiwa ini adalah sbb:

  1. Peristiwa yang secara material mempengaruhi struktur keuangan perusahaan atau hubungan sekarang atau masa depan di antara pemegang ckuitas.
  2. Peristiwa yang mempengaruhi penghasilan atau kemungkinan distribusi dividen untuk periode setelah periode yang dicakup dalam laporan atau dalam periode- periode selanjutnya.

Peristiwa yang mungkin menghasilkan keuntungan atau kerugian yang abnormal dan tidak berulang juga dapat mempengaruhi keputusan dengan mempengaruhi prediksi kesehatan ekonomi perusahaan di masa depan. Auditing Standard Boards menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa ini tidak memerlukan penyesuaian, tetapi ASB memang mengatakan bahwa sebaiknya diungkapkan.

Pengungkapan peristiwa jenis ketiga atau semua jenis dapat dilakukan dalam surat direktur utama perusahaan (president’s letter), atau dalam bagian tersendiri dalam laporan tahunan, tanpa implikasi apa pun bahwa auditor menganggap informasi ini sebagai kualifikasi bagi laporan tersebut. Sudut pandang yang lebih luas dan lebih positif adalah peristiwa dari ketiga jenis ini, termasuk dampaknya pada harapan manajemen, harus diungkapkan secara langsung di dalam laporan keuangan yang direviu oleh auditor.

Sumber :

Buku Materi Pokok Modul 6, KB 2 6.33-6.34

9. Selama ini, kita lebih banyak mempelajari akuntansi keuangan konvensional. Pada era modern ini, muncul ilmu akuntansi baru, yaitu akuntansi sosial. Akuntansi sosial muncul untuk mengakomodasi hal-hal yang tidak dapat dijelaskan oleh akuntansi keuangan konvensional. Jelaskan hal-hal apa saja yang dimaksud dalam pernyataan tersebut! Jawab:

Heard dan Bolce (1981) berpendapat bahwa sebelumnya masyarakat memandang perusahaan hanya bertanggung jawab dalam penyediaan barang dan jasa, lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, tuntutan masyarakat telah berubah drastis, ketika lingkungan hidup semakin rusak dan tidak sehat, sumber-sumber alam semakin berkurang, bumi semakin panas dan padat, serta pembagian pendapatan semakin timpang. Pada saat ini masyarakat menuntut masalah kerusakan lingkungan yang diakibatkan perusahaan harus menjadi tanggung jawab perusahaan, bukan tanggung jawab masyarakat sehingga harus dipertimbangkan dalam setiap pengambilan keputusan.Oleh karena itu muncullah ilmu akuntansi baru yaitu akuntansi social.

Akuntansi sosial muncul untuk mengakomodasi hal-hal yang tidak dapat dijelaskan oleh akuntansi keuangan konvensional. Dalam akuntansi keuangan konvensional yang selama ini dipergunakan hanya menekankan pada pengukuran konsekuensi ekonomi dari transaksi antara dua atau lebih satuan ekonomi yang bisa diukur, sedangkan untuk yang sulit diukur konsekuensi interaksi perusahaan dengan lingkungannya tidak diperhitungkan. Akibatnya penyajian di dalam laporan keuangan yang dihasilkan dari akuntansi konvensional tidak mencerminkan yang sebenarnya. Untuk mengatasi masalah konsekuensi interaksi perusahaan dengan lingkungannya yang tidak terakomodasi dalam akuntansi konvensional tersebut diharapkan dapat ditampung dalam akuntansi sosial

Akuntansi konvensional tidak memberikan penilaian terhadap kesejahteraan sosial, namun karena akuntansi memiliki dampak sosiologis yang luas maka laporan yang dihasilkan oleh akuntansi harus mencakup informasi yang diperlukan bagi pertimbangan kesejahteraan sosial (welfare judgement). Akuntansi social merupakan penerapan pendekatan sosiologis yang ditujukan untuk mendorong perusahaan yang berfungsi dalam sistem pasar besar untuk mempertanggungjawabkan dampak kegiatannya pada lingkungan, melalui pengukuran internalisasi dan pengungkapan dampak sosial dalam laporan akuntansinya. Akuntansi sosial bertujuan untuk mengukur dan mengungkapkan social benefit dan social cost yang ditimbulkan oleh kegiatan-kegiatan perusahaan tersebut kepada masyarakat.

Sumber : Buku Materi Pokok Modul 7 7.17-7.21

Tugas Tutorial Teori Akuntansi

Tugas Tutorial Teori Akuntansi

More Stories

Subjek PPN

Pengusaha Kena Pajak (UU Nomor 42 Tahun 2009 jo. 40/PMK.03/2010 Pasal 7  jo. 197/PMK.03/2013) Subjek Pajak PPN Subjek Pajak PPN adalah Pengusaha Kena Pajak. Pengusaha Kena Pajak (UU Nomor 42 Tahun 2009 Pasal 1) Pengusaha Kena Pajak adalah Pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenakan pajak berdasarkan […]

Objek PPN

Objek PPN (UU Nomor 42 Tahun 2009 Pasal 4, Pasal 16C, dan Pasal 16D) Berdasarkan Undang-Undang Nomor42 Tahun 2009, Objek PPN terdiri dari : Penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh Pengusaha.Contoh : PT Indo Semen (perusahaan pabrikan semen) menyerahkan semen kepada pembelinya di Dalam Negeri Impor Barang Kena Pajak Contoh […]