Minggu, Oktober 25, 2020
More
    Beranda MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya) Akuntansi Keuangan Menengah II Utang Jangka Panjang (Non Current Liabilities)

    Utang Jangka Panjang (Non Current Liabilities)

    A. Pengertian

    Utang Jangka Panjang (Non Current Liabilities) adalah Kewajiban jangka panjang yang akan mengakibatkan arus keluar sumber daya akibat dari kewajiban yang timbul saat ini, yang tidak dibayarkan dalam waktu satu siklus akuntansi atau siklus operasi perusahaan, mana yang lebih lama.

    contoh:

    1. Utang Obligasi (Bond Payable)
    2. Utang Hipotik (Mortgage Notes Payable) à suatu jenis pinjaman (utang) jangka panjang dengan jaminan benda-bemda tidak bergerak
    3. Wesel Bayar Jangka Panjang (Long Term Notes)
    4.  Utang Sewa (Rent Payable)
    5. Perjanjian-perjanjian dengan pembayaran angsuran (Installment Payment Contract)

    B. Jenis-jenis obligasi

    1. Obligasi dengan Jaminan (secured bond)  dan Obligasi Tanpa Jaminan (unsecured bond)

    1.A Obligasi dengan Jaminan (secured bond)

    • memiliki asset khusus untuk dijadikan jaminan 

    Contoh: 

    • Jaminan sebuah real estate disebut obligasi hipotek (mortgage bond). 
    • Jaminan dengan asset khusus yang disisihkan untuk melunasi obligasi 🡪  obligasi dana pelunasan (sinking fund bond).

    1.B Obligasi Tanpa Jaminan (unsecured bond)

    Obligasi tanpa jaminan (unsecured bond) diterbitkan melalui kredit umum peminjam, disebut juga obligasi debentur (debenture bond).

    2. Obligasi Berjangka (term bond)  dan Obligasi Berseri (serial bond)

    • Obligasi yang jatuh tempo pada waktu yang bersamaan di masa mendatang disebut obligasi berjangka (term bond). 
    • Obligasi yang jatuh tempo pada waktu yang berbeda (secara berangsur-angsur) disebut obligasi berseri (serial bond).

    3. Obligasi Atas Nama (registered bond) dan Obligasi Atas Unjuk (bearer (coupon) bond)

    • Obligasi yang diterbitkan atas nama pemilik disebut obligasi atas nama (registered bond). 
    • Obligasi yang bukan atas nama disebut obligasi atas unjuk (bearer (coupon) bond). Pemegang obligasi atas unjuk harus mengirim kupon untuk menerima pembayaran bunga. Kupon obligasi dapat dipindahkan langsung ke pihak lain, kebalikan dari obligasi atas nama.

    4. Obligasi Konvertibel (convertible bond) dan Obligasi yang Dapat Ditarik (callable bond).

    • Obligasi yang dapat dikonversi menjadi saham umum berdasarkan pilihan dari pemegang obligasi disebut obligasi yang dapat dikonversi (konvertibel) (convertible bond). 
    • Obligasi yang dapat ditarik kembali oleh perusahaan sebelum jatuh tempo disebut obligasi yang dapat ditarik (callable bond).

    5. Income and revenue bond

    Dalam obligasi ini perusahaan akan membayar bunga apabila pendapatan (income) atau laba (revenue) yang dicapai cukup untuk membayar bunga

    C. Penilaian Utang Obligasi

    1. Suku Bunga

    a. Suku nominal/kupon/tercatat

    Suku nominal/kupon/tercatat  =  Suku bunga yang tertulis di dalam kontrak/perjanjian obligasi. Dinyatakan sebagai persentase nilai nominal obligasi (par).

    b. Suku bunga pasar atau effective yield

    Suku bunga pasar atau effective yield = suku bunga yang memberikan tingkat

    Obligasi utang jangka panjang

    pengembalian sepadan dengan risiko. Merupakan nilai sesungguhnya yang diterima pemegang obligasi.

    D. Penerbitan Obligasi

    1. Obligasi diterbitkan pada nilai par
    2. Obligasi diterbitkan pada diskon/premium

    Asumsi kupon obligasi sebesar 8%

    E. Jurnal terkait penerbitan obligasi

    Penerbitan Obligasi
    Cash xxx  
           Bond Payable   xxx
         
    Pengakuan beban bunga    
    Interest expenses xxx  
           Interest payable   xxx
         
               Pembayaran bunga    
    Interest expense xxx  
           Cash   xxx

    F. Perhitungan obligasi dengan Effective Interest Method

    Untuk memudahkan dalam perhitungan, kita menggunakan tabel present value single sum maupun tabel ordinary annuity. Dalam metode Effective Interest Method ini kita akan melakukan amortisasi terhadap nilai obligasi. Jika obligasi yang kita terbitkan pada diskon, maka amortisasi akan meningkatkan beban bunga obligasi. Namun, jika obligasi yang kita terbitkan pada premium, maka amortisasi akan mengurangi beban bunga obligasi.

    Ilustrasi perhitungan obligasi dengan Effective Interest Method

    1. Lakukan perhitungan nilai “present value of its expected future cash flow” baik untuk principal maupun interest
    2. Menghitung beban bunga
    Menghitung beban bunga utang jangka panjang
    Menghitung beban bunga utang jangka panjang
    1. Menghitung bunga yang harus dibayar
    rumus beban bunga yang dibayarkan
    rumus beban bunga yang dibayarkan
    1. Hingga nilai amortisasi adalah:
    Cara menghitung amortisasi utang jangka panjang
    Cara menghitung amortisasi utang jangka panjang

    Ilustrasi Soal

    Canducation.com menerbitkan 2.000 lembar obligasi dengan nominal 5.000. Jangka waktu 5 tahun, yaitu mulai tanggal 1 Januari 2011 s.d 1 Januari 2016. Bunga obligasi 8% per tahun dibayar setiap tanggal 1 januari dan 1 juli (semiannually). Tingkat suku bunga efektif (pasar) adalah 10% .

    Jawab :

    Suku bunga pasar (effective yield) :

    i = 5%, n = 10 (1tahun 2x pembayaran, jadi kalau 5 tahun sama saja 10x pembayaran)

    Present value nominal = (20.000 x 5.000) x 1/(1+5%)^10 = 61.391.000 (table present value of single sum)
    Present value bunga = (4%x20.000×5.000) x (1-1(1+5%)^10)/5% = 30.837.000 (table present value of ordinary annuity)
    Nilai Obligasi = 61.391.000 + 30.837.000 = 92.278.000

    Nilai obligasi lebih rendah dari 100.000.000  yang berarti obligasi dijual pada diskon

    Jurnal penerbitan obligasi

    Kas 92.278.000
    Utang Obligasi 92.278.000

    Tabel Amortisasi Diskonto Obligasi

    Tabel Amortisasi Diskonto Obligasi  
    Tanggal Kas/Utang Bunga (K) Beban Bunga 5% (D) Diskonto Obligasi (K) Nilai Buku Obligasi  
     
    01 Januari 2011 92.278.000
    01 Juli 2011 4.000.000 4.613.900 613.900 92.891.900
    01 Januari 2012 4.000.000 4.644.595 644.595 93.536.495
    01 Juli 2012 4.000.000 4.676.825 676.825 94.213.320
    01 Januari 2013 4.000.000 4.710.666 710.666 94.923.986
    01 Juli 2013 4.000.000 4.746.199 746.199 95.670.185
    01 Januari 2014 4.000.000 4.783.509 783.509 96.453.694
    01 Juli 2014 4.000.000 4.822.685 822.685 97.276.379
    01 Januari 2015 4.000.000 4.863.819 863.819 98.140.198
    01 Juli 2015 4.000.000 4.907.010 907.010 99.047.208
    01 Januari 2016 4.000.000 4.952.360 952.792 100.000.000

    Jurnal pada tanggal 1 Juli 2011 :

    Interest expense 4.613.900
    Bond payable 613.900
    Cash 4.000.000
           

    Jurnal pada tanggal 31December 2011 :

    Interest expense 4.644.595  
    Bond payable 664.595
    Interest payable 4.000.000
           

    Jurnal pada saat pelunasan, 1 Januari 2016 :

    Interest payable 4.000.000
    Cash 4.000.000
        Bond payable 100.000.000
    Cash 100.000.000

    *Masih dengan contoh soal yang sama, namun tingkat bunga efektif (pasar) sebesar 6%

    Present value nominal = (20.000 x 5.000) x 1/(1+3%)^10 = 74.409.000
    Present value bunga = (4%x20.000×5.000) x (1-1(1+3%)^10)/6% = 34.121.000
    Nilai Obligasi = 74.409.000 + 34.121.000 = 108.530.000 (lebih tinggi dari 100.000.000) -> PREMI

    Jurnal  pernerbitan obligasi

    Kas 108.530.000  
    Utang Obligasi 108.530.000  
             
    Tabel Amortisasi Premi Obligasi  
    Tanggal Kas/Utang Bunga (K) Beban Bunga 3% (D) Premi Obligasi (K) Nilai Buku Obligasi  
     
    01 Januari 2011 108.530.000  
    01 Juli 2011 4.000.000 3.255.900 744.100 107.785.900  
    01 Januari 2012 4.000.000 3.233.577 766.423 107.019.477  
    01 Juli 2012 4.000.000 3.210.584 789.416 106.230.061
    01 Januari 2013 4.000.000 3.186.902 813.098 105.416.963
    01 Juli 2013 4.000.000 3.162.509 837.491 104.579.472
    01 Januari 2014 4.000.000 3.137.384 862.616 103.716.856
    01 Juli 2014 4.000.000 3.111.506 888.494 102.828.362
    01 Januari 2015 4.000.000 3.084.851 915.149 101.913.213
    01 Juli 2015 4.000.000 3.057.396 942.604 100.970.609
    01 Januari 2016 4.000.000 3.029.118 970.882 100.000.000

    Jurnal pada tanggal 1 Juli 2011 :

    Interest exepense 3.255.000
    Bond payable 745.000
    Cash 4.000.000

    Jurnal pada tanggal 31December 2011 :

    Interest expense 3.233.577  
    Bond payable 766.423
    Interest payable 4.000.000

    Jurnal pada saat pelunasan, 1 Januari 2016:

    Interest payable 4.000.000
    Cash 4.000.000
      Bond payable 100.000.000  
    Cash 100.000.000  

    G. Bonds Issued Between Interest Dates (Obligasi diantara pembayaran bunga)

    Pembeli obligasi akan membayar kepada penjual obligasi bunga akrual sejak tanggal terakhir pembayaran kupon sampai tanggal obligasi dijual. Pada tanggal pembayaran kupon selanjutnya, pembeli obligasi akan mendapatkan pembayaran kupon secara penuh.

    Contoh soal:

    Canducation.com menjual obligasi Rp.100.000 dengan bunga nominal 8% dan suku bunga efektifnya 6% pada tanggal 1 April 2017, maka Canducation.com mencatat jurnal sebagai berikut:

    01 April 2017 Cash 108.530
             Bond Payable                  108.530
         
    Cash 1.500
            Interest expense                    1.500

    Bunga akrual  tertanggal 1 Jan – 1 April 2012 = 100.000 x 6% x  = 1.500

    Canducation.com mencatat pembayaran kupon tanggal 1 Juli 2017 sebagai berikut:

    01 Juli 2012 Beban bunga obligasi 4.000
    Kas 4.000
    Beban bunga obligasi 1.000
    Utang obligasi 1.000

    Cash yang dibayarkan pada 1 Juli 2017, (100.000×8%x6/12) 4.000

    Less: Bunga yang diterima pada 1 April 2017                         1.500

    Net cash paid                                                                                       2.500

    Beban bunga untuk 3 bulan tersisa (100.000×6%x3/12)                     1.500

    Amortisasi premium                                                                            1.000

    H. Notes Payable

    1. Wesel yang diterbitkan pada nilai nominal

    Jurnal penerbitan wesel bayar
    Cash   xxx
      Notes payable             xxx
    Jurnal pembayaran beban bunga (dengan suku bunga pasar)
    Interest expense   xxx
      Cash             xxx

    2. Wesel Tanpa Bunga (Zero-Interest-Bearing Notes) wesel yang tidak diterbitkan pada nilai nominal

    Tanggal 1 Januari 2013, PT A menerbitkan wesel tanpa bunga senilai Rp 500 juta dengan periode jatuh tempo 5 tahun seharga Rp 296.725.664. Suku bunga implisit wesel tersebut adalah 11 persen*. Buatlah jurnal yang perlu dicatat PT A pada tanggal 1 Januari 2013, 31 Desember 2013 dan 31 Desember 2014!

    Tanggal Bunga dibayar Beban bunga Diskon diamortisasi Nilai tercatat wesel
    01/01/13 296,725,664
    31/12/13 32,639,823 32,639,823 329,365,487
    31/12/14 36,230,204 36,230,204 365,595,691
    01 Jan 13 Cash 296.725.664
    Notes Payable 296.725.664
    31 Des 13 Interest expense 32.639.823
    Notes Payable 32.639.823
    31 Des 14 Interest expense 36.230.204
    Notes Payable 36.230.204

    3. Wesel dengan Bunga (Interest-Bearing Notes)

    (sama  perlakuannya seperti bond payable)

    4. Situasi wesel khusus

    Ketika melakukan penukaran instrumen liabilitas dengan properti, barang, atau jasa di dalam transaksi tawar-menawar, maka suku bunga tercantum dianggap wajar, kecuali:

    • Tidak dicantumkan suku bunga, atau
    • Suku bunga tercantum tidak masuk akal, atau
    • Nilai nominal berbeda secara material dengan harga kas saat transaksi untuk item serupa atau dari nilai wajar instrumen liabilitas saat transaksi.

    Jika perusahaan tidak dapat menentukan nilai wajar atas properti, barang, jasa, atau hak lainnya, dan belum ada pasar tersedia untuk wesel tersebut, maka perusahaan harus memperkirakan suku bunga yang dapat digunakan (imputation) di dalam menggunakan metode suku bunga efektif. Pemilihan suku bunga dipengaruhi oleh suku bunga berlaku untuk instrumen sejenis dan faktor seperti perjanjian pengikat, jaminan, jadwal pembayaran, dan suku bunga utama.

    Definisi Hutang Hipotik (Mortgage Notes Payable)  à Merupakan Hutang Jangka Panjang yang diperoleh dari suatu bank. Hutang Hipotik (Mortgage Notes Payable) tersebut didapat dengan jaminan berupa harta-harta tidak bergerak, misalnya Tanah, Gedung, Mesin dan lain-lain.

    I. Resiko Hutang Jangka Panjang

    Memiliki hutang jangka panjang selain menguntungkan dan dapat memberikan manfaat kepada perusahaan, namun juga memiliki beberapa resiko. Beberapa resiko hutang jangka panjang diantaranya adalah     :

    1. Semakin lama jangka waktu peminjaman dana dan pelunasannya maka resiko juga akan semakin tinggi
    2. Hanya dapat memperoleh sumber dana yang terbatas dari hasil pinjaman
    3. Hutang merupakan beban tetap yang harus ditanggung oleh perusahaan
    4. Memiliki tenggat waktu jatuh tempo pembayaran hutang yang sudah pasti / tetap
    5. Kemungkinan nilai saham perusahaan akan turun akibat tingkat tinggi atau rendah jumlah pinjaman.

    J. Keuntungan Hutang Jangka Panjang

    Selain harus siap dihadapkan dengan resiko, memiliki hutang jangka panjang dengan obligasi memiliki beberapa keuntungan, diantaranya adalah :

    1. Bunga obligasi yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
    2. Mengurangi kewajiban pajak, hal ini dikarenakan bunga pinjaman merupakan biaya yang dibebankan kepada perusahaan. Sedangkan deviden merupakan pembagian laba yang tidak dapat dikategorisasikan sebagai pembebanan biaya.
    3. Pemilik obligasi tidak akan memiliki hak suara dalam perusahaan, sehingga tidak akan mempengaruhi manajemen dan operasional harian perusahaan.

    K. Isu-isu terkait dengan pelunasan kewajiban jangka panjang (obligasi)

    1. Pelunasan dengan Pertukaran Aset atau Sekuritas

    • Kreditur harus mencatat aset non-kas atau bunga ekuitas yang diterima pada nilai wajar.
    • Debitur mengakui keuntungan sebesar kelebihan nilai buku terutang terhadap nilai wajar aset atau ekuitas yang ditransfer

    Contoh jurnal:

    Wesel bayar xxx

    Kerugian pelepasan apartemen xxx

                     Aset xxx

                    Keuntungan pelunasan utang xxx

    2. Pelunasan dengan Persyaratan Modifikasi

    Kreditur dapat menawarkan satu atau kombinasi dari kombinasi berikut:

      1. Pengurangan suku bunga nominal.
      2. Perpanjangan jatuh tempo pembayaran nilai nominal utang.
      3. Pengurangan nilai nominal utang.
      4. Pengurangan atau penangguhan accrued interest.

    3. Pembiayaan di luar neraca merepresentasikan pinjaman yang tidak dicatat.

    Tujuannya untuk meningkatkan rasio keuangan tertentu seperti rasio hutang terhadap ekuitas. 

    Jenis – Jenisnnya antara lain:

    1. Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi
    2. Entitas dengan Tujuan Khusus
    3. Sewa Guna Usaha Operasi

    L. Rangkuman Jurnal Transaksi Obligasi

    Rangkuman Jurnal Transaksi

    1 KOMENTAR

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisment -

    Most Popular

    Download File

          Silahkan pilih mata kuliah dibawah. Semoga semua file dan bahan pembelajarannya bermanfaat!

    Akses Forum

          Silahkan pilih mata kuliah dibawah. Semoga semua diskusi dan tanya jawab dalam forumnya bermanfaat!

    Akses Soal

          Silahkan pilih mata kuliah dibawah. Semoga semua soal kuis/latihan dan jawabannya. Bermanfaat!

    Akses Materi

          Silahkan pilih mata kuliah dibawah. Semoga semua materinya Bermanfaat! Kategori Mata Kuliahyang...

    Recent Comments