MATERIALITAS DAN RISIKO Audit - Materi Terbaru 1

Updated:
Daftar Isi
  1. Materialitas
  2. Dua Tingkat Materialitas
  3. Faktor Kualitatif Materialitas
  4. Model Risiko Audit
  5. Hubungan Materialitas, Risiko, dan Bukti Audit

Materialitas

Materialitas adalah pertimbangan utama dalam menentukan ketepatan laporan audit yang harus dikeluarkan. Materialitas menurut FASB 2 ialah besarnya penghapusan

atau salah saji informasi keuangan yang dengan memperhitungkan situasinya, menyebabkan pertimbangan seseorang yang bijaksana yang mengandalkan informasi tersebut mungkin akan berubah atau terpengaruh oleh penghapusan atau salah saji tersebut.

” Langkah-langkah dalam menerapkan materialitas

Langkah 1

Menetapkan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas

Langkah 2 Merencanakan luas pengujian

Mengalokasikan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas ke segmen-segmen

Langkah 3

Mengestimasi total salah daji dalam segmen

Langkah 4

Memperkirakan salah saji gabungan

Langkah 5

Membandingkan salah saji gabungan dengan pertimbangan pendahuluan atau yang direvisi tentang materialitas

Hubungan Materialitas Dengan Bukti Audit

Materialitas

Dua Tingkat Materialitas

Auditor menetapkan materialitas pada dua tingkat yang saling terkait:

  • Materialitas pada tingkat laporan keuangan — jumlah salah saji minimum yang membuat laporan keuangan secara keseluruhan tidak disajikan wajar. Ini menjadi pertimbangan pendahuluan.
  • Materialitas pada tingkat saldo akun — hasil alokasi materialitas laporan keuangan ke masing-masing akun, sering disebut tolerable misstatement. Angka inilah yang dipakai menentukan luas pengujian tiap akun.

Faktor Kualitatif Materialitas

Materialitas tidak semata soal nominal. Salah saji bernilai kecil tetap dapat dinilai material apabila:

  1. Melibatkan unsur kecurangan atau tindakan melawan hukum.
  2. Berdampak pada kepatuhan terhadap perjanjian utang atau ketentuan kontrak.
  3. Menutupi perubahan tren laba, misalnya mengubah rugi menjadi laba.
  4. Menyangkut transaksi dengan pihak berelasi.

Model Risiko Audit

Risiko audit adalah risiko auditor memberikan opini yang tidak tepat atas laporan keuangan yang mengandung salah saji material. Hubungan antarkomponennya dinyatakan dalam model berikut:

AR = IR × CR × DR

KomponenNamaPenjelasan
IRInherent Risk (risiko bawaan)Kerentanan suatu asersi terhadap salah saji material sebelum memperhitungkan pengendalian internal.
CRControl Risk (risiko pengendalian)Risiko pengendalian internal klien gagal mencegah atau mendeteksi salah saji material.
DRDetection Risk (risiko deteksi)Risiko prosedur audit gagal menemukan salah saji material yang ada.
ARAudit Risk (risiko audit)Risiko keseluruhan yang bersedia ditanggung auditor.

IR dan CR melekat pada kondisi klien sehingga auditor hanya menilai, bukan mengubahnya. Yang dapat dikendalikan auditor adalah DR, melalui pemilihan sifat, saat, dan luas prosedur audit.

Hubungan Materialitas, Risiko, dan Bukti Audit

Ketiganya berhubungan terbalik dan menentukan banyaknya pekerjaan audit:

Jika ...maka bukti audit yang dibutuhkan
Materialitas ditetapkan lebih rendahLebih banyak
Risiko bawaan atau risiko pengendalian dinilai tinggiLebih banyak
Risiko deteksi yang dapat diterima rendahLebih banyak

Dengan kata lain, semakin kecil batas salah saji yang dapat ditoleransi dan semakin tinggi risiko klien, semakin luas pengujian yang harus dilakukan auditor.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu materialitas dalam audit?

Besarnya penghapusan atau salah saji informasi keuangan yang dapat memengaruhi pertimbangan pemakai laporan keuangan.

Apa rumus model risiko audit?

AR = IR × CR × DR, yaitu risiko audit sama dengan risiko bawaan dikali risiko pengendalian dikali risiko deteksi.

Komponen risiko mana yang dapat dikendalikan auditor?

Hanya risiko deteksi, melalui pengaturan sifat, saat, dan luas prosedur audit.

Apa itu tolerable misstatement?

Materialitas tingkat laporan keuangan yang telah dialokasikan ke saldo akun tertentu.

Apakah salah saji kecil bisa dianggap material?

Bisa, apabila menyangkut kecurangan, pelanggaran kontrak, atau mengubah arah tren laba.

Bagaimana hubungan materialitas dengan jumlah bukti audit?

Berbanding terbalik. Semakin rendah materialitas yang ditetapkan, semakin banyak bukti audit yang harus dikumpulkan.