a. Warna Burung Garudaa dalah kuning emas yang menggambarkan sifat agung dan jaya.
b. Garuda adalah seekor burung gagah dengan paruh, sayap, ekor, dan cakaryang menggambarkan kekuatan dan tenaga pembangunan
c. Jumlah bulu burung garuda pancasila memiliki melambangkan hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945
d. Bintang, sila ke-1 Pancasila, melambangkan Ketuhanan yang Maha Esa
e. Rantai Baja, sila ke-2, melambangkan Kemanusiaan yang adil dan beradab
f. Pohon beringin, sila ke-3, melambangkan Persatuan Indonesia
g. Kepala banteng, sila ke-4, melambangkan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan permusyawaratan perwakilan
h. Padi dan kapas, sila ke-5, melambangkan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
i. Garis hitam tebal di tengah perisaimelambangkan garis katulistiwa yang melukiskan lokasi Indonesia berada di garis katulistiwa
j. Warna dasar perisaiadalah merah putih seperti warna bendera Indonesia.
k. Tulisan Bhineka Tunggal ikayang artinya berbeda-beda tetapi satu tujuan.
Sejarah Lambang Garuda Pancasila
Lambang negara Garuda Pancasila dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak. Rancangan tersebut diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat pada 11 Februari 1950, kemudian diperkenalkan kepada publik pada 15 Februari 1950. Bentuk final yang kita kenal sekarang merupakan hasil beberapa kali penyempurnaan, termasuk penambahan jambul pada kepala garuda.
Dasar Hukum
Penggunaan lambang negara diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1958 dan kemudian dikuatkan melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Pasal 46 UU tersebut menegaskan bahwa lambang negara adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Makna Jumlah Bulu
Jumlah bulu pada Garuda Pancasila menyimpan tanggal proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945:
| Bagian | Jumlah bulu | Makna |
|---|---|---|
| Masing-masing sayap | 17 | Tanggal 17 |
| Ekor | 8 | Bulan Agustus (bulan ke-8) |
| Pangkal ekor (di bawah perisai) | 19 | Tahun 1945 |
| Leher | 45 |
Lima Lambang pada Perisai
| Sila | Lambang | Bunyi sila |
|---|---|---|
| 1 | Bintang emas berujung lima | Ketuhanan Yang Maha Esa |
| 2 | Rantai emas | Kemanusiaan yang adil dan beradab |
| 3 | Pohon beringin | Persatuan Indonesia |
| 4 | Kepala banteng | Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan |
| 5 | Padi dan kapas | Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia |
Rantai pada sila kedua terdiri atas mata rantai berbentuk persegi dan lingkaran yang saling berkait, melambangkan laki-laki dan perempuan yang saling terhubung. Pohon beringin dipilih karena berakar tunggang kuat dan berdaun rindang, menggambarkan tempat berteduh seluruh rakyat. Padi dan kapas melambangkan pangan dan sandang sebagai kebutuhan dasar.
Bhinneka Tunggal Ika
Semboyan pada pita yang dicengkeram garuda berasal dari Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular pada masa Majapahit abad ke-14. Kalimat lengkapnya berbunyi "Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa", yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu, tidak ada kebenaran yang mendua.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Siapa perancang lambang Garuda Pancasila?
Sultan Hamid II dari Pontianak.
Kapan Garuda Pancasila resmi digunakan?
Diresmikan dalam Sidang Kabinet RIS pada 11 Februari 1950 dan diperkenalkan kepada publik pada 15 Februari 1950.
Berapa jumlah bulu pada leher garuda?
45 helai, melambangkan tahun 1945.
Apa makna garis hitam tebal di tengah perisai?
Melambangkan garis khatulistiwa yang melintasi wilayah Indonesia.
Dari mana asal semboyan Bhinneka Tunggal Ika?
Dari Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular pada masa Kerajaan Majapahit.
Undang-undang apa yang mengatur lambang negara?
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009.